Jumat, 10 April 2026

Sopir Angkot Bogor Tolak Penggabungan Trayek

Rencana Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor menggabung beberapa trayek angkot di Bogor ditentang sopir angkutan kota tersebut.

Penulis: |

WARTA KOTA, BOGOR-Rencana Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor yang akan melakukan penggabungan trayek angkot di Kota Bogor ditentang sopir angkutan kota tersebut.

Menurut sejumlah sopir, penggabungan trayek hanya akan mengurangi pendapatan mereka karena jumlah angkot yang melintas di jalur yang sama akan semakin banyak."Kalau digabung, berarti yang lewat Kebun Raya Bogor bukan hanya angkot kita. Sekarang aja kita sudah rebutan penumpang, apalagi nanti," ujar Solih (36) salah satu sopir angkot 03 jurusan Baranangsiang-Bubulak.

Protes juga disampaikan Nurdin (26), sopir angkot 06 jurusan Ciheulet-Ramayana. Menurutnya, rute yang dilalui angkotnya akan bertambah macet karena jumlah angkot bertambah.

"Jangan-jangan angkot yang searah dangan angkot kita bakal nambah. Pendapatan kita pasti bakal berkurang, karena penumpang banyak pilihan naik angkot," katanya.

Selama ini, sejumlah trayek angkot yang melintasi Kebun Raya Bogor diantaranya, angkot 02 jurusan Sukasari-Bubulak, angkot 03 Baranangsiang-Bubulak, angkot 13 Bantarkemang-Ramayana, 06 Ciheuleut-Ramayana, dan 08 angkot Cimahpar-Ramayana.

Seperti diketahui, untuk mengurangi kemacetan di Kota Bogor, Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor akan melakukan pemangkasan rute angkutan kota (angkot).

Kepala Seksi Angkutan Dalam Trayek DLLAJ Kota Bogor Ari Priyono mengatakan, berdasarkan data jumlah angkot yang beroperasi di Kota Bogor mencapai 3.412 unit yang tersebar di 23 trayek.

Dari ribuan angkot tersebut, beberapa trayek melintasi Kebun Raya Bogor yang menurutnya tidak efektif karena menyebabkan terjadinya penumpukan angkot. 

Karena itu, DLLAJ berencana untuk melakukan pembenahan dengan program rerouting. Selain itu katanya, akan ada pemanjangan dan penggabungan trayek angkot. 

Disamping itu kata Ari, trayek baru yang tidak melintasi pusat kota juga akan segera dibuka setelah dilakukan kajian trayek tersebut.

"Masyarakat dari ujung Kota Bogor yang hendak ke suatu tempat di ujung Kota Bogor lain nantinya tidak perlu ke pusat kota terlebih dahulu, jadi nanti kita akan simulasikan dulu rute-rutenya," katanya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved