Breaking News:

Pesawat Air Asia Ditemukan

Pemberian Izin Rute Penerbangan Hanya dari Dirjen Hubud

Izin penerbangan Air Asia pada rute Surabaya-Singapura pp dengan jadwal Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Editor: Andy Pribadi
Agustin Setyo Wardani
Konferensi pers Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub soal pembekuan izin rute penerbangan maskapai Indonesia Air Asia Surabaya-Singapura di kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (5/1/2015) pagi. (Kiri: JA Barata, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub; Staf Khusus Menhub, Hadi M Djuraid; Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Djoko Murdjatmodjo, dan Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat Dirjen Perhubungan Udara, Hemi Pangurahardjo. 

WARTA KOTA, TANAH ABANG - Kementerian Perhubungan, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, menegaskan bahwa pemberian izin atau jadwal rute penerbangan di Indonesia hanya dikeluarkan oleh Dirjen Perhubungan Udara.

Terkait dengan kasus Indonesia Air Asia, izin penerbangan luar negeri periode winter 2014/2015 pada rute Surabaya-Singapura yang telah dikeluarkan dengan surat No. AU.008/30/6/DRJU.DAU-2014, tanggal 24 Oktober 2014.

Sebagaimana diketahui, surat tersebut memberikan izin penerbangan IAA pada rute Surabaya-Singapura pp dengan jadwal Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Djoko Muryatmodjo, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, dalam konferensi pers di Kantor Kemenhub, Senin (5/1) pagi, menyampaikan bahwa dasar penetapan hari adalah atas permintaan atau persetujuan dari Indonesia Air Asia sendiri.

Surat izin yang dimaksud diatas, menurut Djoko, sudah disampaikan kepada PT Indonesia Air Asia untuk dilaksanakan sesuai dengan ketentuan.

"Atas izin rute yang telah diberikan ini, pihak PT IAA harus menyampaikan jadwal resmi yang diberikan kepada bandara asal dan bandara tujuan dan segera menyampaikan slot masing-masing," katanya.

Ia menambahkan, jika ada hari operasi yang tidak cocok, maka pihak airline harus mengajukan permohonan perubahan operasi dari Ditjen Perhubungan Udara.

Tetapi, berkaitan dengan jatuhnya pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 8501 yang seharusnya tidak ada ijin penerbangan di hari Minggu, hingga saat ini, papar Djoko,surat permononan hari operasi belum pernah diajukan kepada Ditjen Perhubungan Udara.

Artinya, imbuhnya, jadwal terbang yang disepakati itu dianggap tidak ada masalah.

Selain itu, dalam memberikan persetujuan mendarat di Singapura, pihak otoritas penerbangan Singapura mendasarkan pada ketersediaan slot pada bandara tersebut dan hak angkut yang masih tersedia bagi pihak Indonesia.

Meski begitu, ujar Djoko, pihak Singapura dalam pemberian izin pendaratan memang tidak tunduk kepada otoritas penerbangan sipil Indonesia. Karenanya, kata Djoko, pihak airline harus mengikuti ketentuan para otoritas penerbangan sipil, dalam hal ini DGCA Indonesia dan Singapura. (Agustin Setyo Wardani)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved