Breaking News:

Pesawat Air Asia Ditemukan

Pelampung Cari Air Asia Itu Sudah Ada di Atas Kapal

Bila malam hari, lampu pada pelampung akan bercahaya berkedip-kedip warna kuning.

Editor: Andy Pribadi
Tribunnews.com/Rahmat Patutie
Pelampung suar untuk petanda lokasi jatuhnya pesawat Air Asia. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Pelampung besi itu tersambung rantai dengan bandul pembalas, seberat 10 ton tampak berdiri di atas (KN) Jayadi yang tengah bersender di Pelabuhan Kumai, Kalimantan Tengah, Senin (5/1) sore.

Eko Joko (33) sibuk menyempurnakan penjangkaran hingga lampu yang terletak bagian atas pelampung suar itu. Pelampung ini yang akan di letakan tepat di atas titik jatuhnya pesawat Air Asia QZ 8501 perairan Selat anatara Selat Karimata dan Pulau Jawa.

Fungsi pelampung berwarna kuning tersebut sebagai penanda khusus untuk evakuasi. Pelampung akan dilepaskan sesuai dengan kondisi kedalaman air. Kapal itu menyiapkan rantai kurang lebih mencapai 50 meter.

"Tadi mengeset pelampung suar, dari penjangkaran sampai ke lampu," ujar Eko sebagai masinis 3 KN Jadayat, saat berbincang di atas kapal.

Dikatakan, bila malam hari, lampu pada pelampung akan bercahaya berkedip-kedip warna kuning. Menggunakan tenaga batrei hasil dari pengcarsan solar panel dari tenaga matahari sejak pagi sampai sore.

Selasa (6/1) besok, Kementerian Perhubungan melanjutkan pencarian dan evakuasi blackbox dan badan pesawat Air  Asia QZ 8501 yang dinyatakan hilang pada Minggu (28/12) lalu. Sedikitnya 11 kapal yang akan dikerahkan, terdiri dari 7 kapal kepunyaan kenavigasian perhubungan laut dan 4 kapal penjagaan laut dan pantai.

Kapal Negara (KN) Jayadi milik disitrik navigasi Kepulauan Riau, yang dikapteni Bukhari. Satunya lagi KN Andromeda, milik distrik navigasi Palembang, yang dikapteni lauren Debretes terparkir di dermaga Pelabuhan Kumai.

Dua kapal itu juga membawa tiga alat utama, seperti multy bean ekosonder, side scansoner, yang berfungsi mencari badan pesawat atau pencitraan gambar di bawah laut dan pinger locater yaitu alat untuk mencari kotak hitam.

"Kami akan letakan pelampung suar pada lokasi bangkai pesawat sebagai tanda khusus," kata Direktur Kenavigasian Derokterat Jendral Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono.

Pihaknya tak ini ada peralatan selain dari KNTK itu. Dengan alasan, agar tak tak menggangu frekeuensinya ketika melakukan operasi.

Selain juga, kapal itu membawa bantuan 10 tim penyelam dari Rusia. Sehingga pihaknya akan menggunakan boad bagi tim tersebut untuk bergerak ke lokasi jatuhnya pesawat.

Dia menjelaskan, bahwa sejak pukul 04.45 Wib tadi, pihaknya sudah tiba di lokasi prakiraan jatuhnya pesawat. Kendati tidak bisa menurunkan peralatan yang di bawa, karena kondisi cuaca buruk.

"Kondisi ombak 3-4 meter. Makanya kami balik ke Kumai untuk menambah logistik sekalgus update data cuaca dari BMKG," imbuhnya.

"Besok pukul 15.00 Wib, kami berangkat ke lokasi dengan menggunakan alat tersebut," ucapnya melanjutkan. (Rahmat Patutie)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved