Penjaja Jasa Kapal di Ancol Tak Banyak Dapat Untung
Di masa liburan, Ancol menjadi salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi wisatawan.
WARTA KOTA, JAKARTA - Di masa liburan, Ancol menjadi salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi wisatawan.
Baik wisatawan dari dalam dan luar Kota Jakarta, tumpah ruah di Ancol. Bahkan, pada tahun baru 2015, tercatat jumlah pengunjung Ancol lebih dari 150.000 orang.
Selain karena banyaknya tempat yang bisa dikunjungi seperti pantai, Dunia Fantasi, pengunjung Ancol juga bisa memanfaatkan fasilitas yang dijajakan oleh mereka yang menyewakan sepeda, juga kapal.
Tetapi, menurut pengakuan penjaja jasa kapal, saat ini, wisatawan tidak lagi banyak yang berminat naik kapal.
"Sudah jauh berkurang dibanding dulu, sekarang ya nggak begitu banyak (pengunjung yang naik kapal)," kata Jumadi (26), salah satu penjaja jasa kapal di Ancol, Jumat (2/1/2015) siang.
Pria asal Indramayu itu menyebutkan, ketika suasana Ancol ramai pun, tidak semuanya berminat untuk naik kapal dan menikmati suasana laut dari atas kapal. Kapalnya yang hanya ditarif Rp 10.000 per penumpang itu pun tidak terlalu banyak peminat.
"Sekarang cuaca panas, orang nggak mau kena panas, hujan juga ngga mau kehujanan di kapal, jadi ya ngga bisa diprediksi ramainya pas kapan," katanya.
Bapak satu anak ini menambahkan, akibat sepinya peminat kapal, pendapatannya menjadi tidak menentu. Ia menyebut, ketika ramai, bisa belasan kali bolak balik narik kapal, tetapi, ketika sepi, tidak jarang dirinya bahkan tidak narik.
Ditanya pendapatan, pria yang mengaku tinggal di kapal ini menjawab, ketika ramai, bisa dapat hingga Rp 100.000 atau bahkan lebih. Tetapi, ketika sepi, tidak jarang dia mengaku tidak mendapatkan apa-apa.
Pria yang berseragam kaus oranye itu juga menambahkan, dia sudah bekerja di sana semenjak 12 tahun lalu.
Meski kadang sepi, Jumadi mengaku tidak memiliki pekerjaan sampingan lainnya. Ia hanya menggantungkan kelangsungan hidup keluarganya dari kapal yang dimiliki oleh orang lain itu.
Ia pun tetap optimistis dengan apa yang dirinya kerjakan saat ini.
"Nggak apa pulang ke kampung sebulan sekali, yang penting bisa menghidupi anak istri di kampung," katanya. (Agustin Setyo Wardani)