Breaking News:

Pesawat Air Asia Ditemukan

Keluarga Masih Optimis Korban Air Asia Ditemukan Semua

Keluarga tujuh korban asal NTT itu terus berdoa dan berharap serta terus menunggu informasi dari pusat Crisis

Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Sebanyak 10 jenazah korban pesawat AirAsia QZ-8501, berhasil dievakuasi oleh ke Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (2/1/2015). 
WARTA KOTA, KUPANG - Keluarga korban Air Asia masih tetap optimis bahwa semua penumpang dan awak kabin yang hilang bersama pesawat itu akan ditemukan semuanya oleh tim evakuasi. "Sikap optimistis itu muncul sejak hari keempat penemuan serpihan pesawat penumpang Air Asia dengan nomor penerbangan QZ8501 yang hilang ... telah ditemukan 10 mayat korban pesawat nahas itu," kata keluarga korban David Hartono yaitu Arminsyah Siawan dari Kalabahi, ibu Kota Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur, Jumat sore. Ia mengatakan penemuan tersebut menjadi titik terang keberadaan Air Asia dan keluarga berharap kerabatnya dapat ditemukan untuk kemudian dikebumikan untuk selamanya. Tujuh dari 155 orang penumpang pesawat Air Asia QZ-8501 yang hilang kontak dalam penerbangan dari Bandar Udara (Bandara) Juanda, Surabaya menuju Bandara Changi, Singapura, Minggu (28/12/2014), adalah warga Kalabahi Kabupaten Alor dan Ruteng ibu kota Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur. Ketujuh warga NTT yang menumpang pesawat Air Asia QZ-8501 itu yaitu David Hartono dari Kalabahi Alor NTT, sedangkan yang berasal dari Ruteng dan Reo Kabupaten Manggarai yaitu Martinus Djomi, Kayle C Djomi dan Ria Ratna Sari (satu keluarga/Toko Swalayan Pagi Reo), Fandi Santoso, Karina Santoso dan Nikolas Theo Santoso (satu keluarga/Toko Intan Mas Ruteng). Arminsyah Siawan yang akrab disapa Baba Kencana itu mengatakan keluarga tujuh korban asal NTT itu terus berdoa dan berharap serta terus menunggu informasi dari pusat Crisis Centre atau posko Bandara Juanda Surabaya Jawa Timur terkait perkembangan terkini. Arminsyah mengaku korban David Hartono sebelum berangkat dari Bandara Mali Kabupaten Alor menuju Surabaya sempat mengajak anaknya Erwin Siawan untuk bersama-sama ke Singapura untuk berbelanja bahan kebutuhan suku cadang kendaraan dan lainnya untuk toko mereka. Namun ajakan David ditolak Erwin. "Nanti saya nyusul saja, kamu duluan," kata Arminsyah menirukan ajakan David pada saat itu. Warga Pasar Inpres Kalabahi Kabupaten Alor itu berharap setelah David ditemukan dan diidentifikasi pihak berwajib, keluarga dapat segera mengembalikan korban ke Kalabahi untuk dimakamkan disamping ayahnya "Baba Sidi" yang meninggal mendadak pada 2012 lalu. Arminsyah yang adalah paman korban itu mengatakan saat ini ibu korban sedang berada di Surabaya untuk melihat langsung proses pencarian dan evakuasi anak semata wayangnya jika ditemukan oleh tim pencari korban. Keyakinan kuat semua korban akan ditemukan tim juga dikemukakan kakak kandung dari korban Martinus Djomi, yaitu Willy Djomi. Menurut Willy Djomi kerjasama dan kerja keras dari tim dari dalam dan luar negeri itu menunjukkan kemajuan dari hari ke hari pencarian. Menurut Willy Djomi, adiknya Martinus Djomi bersama istri dan anaknya menumpang pesawat Air Asia yang hilang kontak itu. Mereka ke Singapura, lanjut Willy, untuk liburan akhir tahun. "Saya sekarang ada di Bandara Juanda menunggu informasi apakah pesawat itu hilang atau bagaimana. Kebetulan saya berada di Surabaya sejak beberapa minggu lalu. " "Kami berterimakasih kepada tim pencarian yang dipimpinan langsung oleh Basarnas atas kerja keras mulai menemukan serpihan pesawat bahkan jenazah penumpang yang ada dan terus berhadap penumpang lainnya terutama tujuh penumpang asal NTT yang hilang kontak bersama Air Asia itu bisa ditemukan dan dilakukan prosedur lain hingga mengembalikan korban ke keluarga di Kabupaten Alor dan Manggarai." Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Muda F Henry Bambang Soelistyo mengatakan hingga Jumat sudah 10 jenazah penumpang AirAsia QZ8501 yang ditemukan. "Hingga saat ini sudah ada 10 jenazah, delapan sudah di Surabaya, dua lainnya di Pangkalan Bun," katanya. Dua korban yang berada di Pangkalan Bun, tambah dia, akan segera dibawa ke Surabaya. Dia mengatakan objek yang ditemukan hingga saat ini masih berupa serpihan pesawat. Tim evakuasi akan terus melakukan penyisiran di lokasi pencarian. Pihaknya, tambah dia, juga akan memprioritaskan pencarian dengan luas area pencarian 1.575 mil persegi. Penetapan sektor prioritas, menurut dia, hasil evaluasi Tim SAR gabungan berdasarkan berbagai temuan di perairan selama proses pencarian pesawat Airbus 320-200 milik maskapai Air Asia Indonesia. "Kita prioritaskan pencarian badan pesawat di sektor prioritas tanpa mengabaikan sektor lain," ujar dia. Basarnas tetap membagi operasi pencarian dan evakuasi di empat sektor di sekitar perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, hingga Selat Karimata dan utara Laut Jawa. (Antara)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved