Sabtu, 23 Mei 2026

Bocah TK Disodomi

Keterangan Korban Dinilai Tak Sesuai BAP

Pengacara kedua guru menilai penuturan korban DA cukup janggal.

Tayang:

WARTA KOTA, SEMANGGI - Persidangan dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan dua guru di Jakarta Intercultural School (JIS) terus dilanjutkan. Pada sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (30/12) lalu, korban DA menyampaikan berbagai informasi melalu teleconference.

Namun pengacara kedua guru menilai penuturan korban DA cukup janggal. Henock Siahaan, pengacara Neil Bantleman dan Ferdinant Tjong mengungkapkan, keterangan DA terkait lokasi kejadian selalu berubah-ubah dan tidak sesuai BAP polisi.

”Awalnya DA mengaku mengalami sodomi di toilet, lalu di kelas dan kemudian di lantai dua TK JIS. Korban tidak konsisten tentang tempat kejadian kadang menjawab di toilet, tetapi kadang menjawab di lantai dua atau di kelas. Padahal di BAP tertulis hanya di toilet," kata Hennock kepada wartawan, Kamis (1/1).

Dikatakannya, DA juga menyebut  para pelaku sodomi memiliki tato gambar tengkorak di tangan dan punggung.

”Sementara Neil dan Ferdy bersih dari tato-tato yang disebutkan. Selama mengikuti teleconference, wajah DA tidak menunjukkan ketakutan atau trauma. DA mengaku tetap sering ke toilet bersama dengan AL dan MAK yang di BAP ditulis juga menjadi korban,” jelasnya.

Menurut Hennock jika memang terjadi peristiwa sodomi, maka korban pasti takut untuk kembali ke sekolah. Menurutnya, DA mengatakan pelakunya bertato gambar tengkorak di tangan dan punggung.

"Kesaksian DA dan ayahnya memperlihatkan betapa lemahnya kasus ini. Mereka menetapkan orang sebagai pelaku kejahatan tanpa fakta dan bukti yang nyata. Kasus ini benar-benar mengancam penegakan hukum di Indonesia," tegas Mahareksha Dillon, kuasa hukum lainnya.

Mahareksha menegaskan, keterangan anak tidak bisa dijadikan alat bukti berdasarkan KUHAP. Apalagi pada saat menjawab pertanyaan dari jaksa, dipersidangan anak banyak mengatakan lupa, tidak tahu, dan tidak ingat. (sab)

Sumber: WartaKota
Tags
JIS
sodomi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved