Breaking News:

Awali Tahun 2015, Warga Bantaran Kali Sekretaris Bongkar Rumahnya

warga Kelompok IV RT 01 RW 05, Kampung Gili Sampeng, harus mengawali hari pertama di 2015 dengan membongkar sendiri separuh rumahnya.

Editor: Lucky Oktaviano
Wahyu Tri Laksono
Warga Gili sampeng, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, membongkar sendiri separuh rumahnya di tepi Kali Sekretaris, Jakarta Barat, di hari pertama tahun 2015. 

WARTA KOTA, KEBON JERUK - Bagi kebanyakan orang, permulaan tahun menjadi hari yang bagus untuk membuat resolusi di tahun yang baru. Ada juga yang berlibur bersama sanak keluarganya ke sejumlah tempat rekreasi.

Tetapi hal semacam itu, tak berlaku bagi warga Kelompok IV RT 01 RW 05, Kampung Gili Sampeng, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Mereka harus mengawali hari pertama di 2015 dengan membongkar sendiri separuh rumahnya.

"Saya bongkar sendiri saja, dari pada dikasih tau dadakan malam hari. Terus pagi harinya sudah ada back hoe, seperti di Kelompok 3 kemarin," ujar Nikmatul Mushofah (38) di lokasi, Kamis (1/1/2015).

Dirinya bersama 146 Kepala Keluarga (KK) di Kelompok IV RT 01 RW 05 memiliki inisiatif membongkar sendiri. Dan ternyata memang diberi kesempatan oleh pemerintah kota (pemkot) Jakarta Barat untuk membongkar sendiri.

"Iya diberi waktu untuk membongkar sendiri. Rata-rata disini yang kena bagian belakang rumahnya, dapur dan kamar mandi," ucapnya.

Total bagian rumahnya yang dipapas habis selebar 5x5 meter persegi dari bibir kali. Ini berdasarkan rembukan bareng dari warga, makanya warga akhirnya memberikan separuh rumahnya untuk dibangun jalan inspeksi.

"Kami sudah rembuk bareng bersama warga kelompok IV. Dan keputusannya memberikan 5 meter bangunan rumah kami untuk dibuatkan jalan inspeksi," tuturnya.

Harapan warga dengan memberikan bangunan rumahnya agar tak dipindahkan ke rumah susun sewa (rusunawa). Karena mayoritas warga enggan direlokasi ke rusunawa.

"Semoga saja, pemkot bisa mengerti setelah kami bongkar sendiri dan merelakan separuh rumah kami. Dan tetap membiarkan kami tetap tinggal disini," katanya.

Sihotang (50) yang mendiami rumah nomor 12 harus merelakan rumahnya dan hanya menyisakan 5x3 meter persegi untuk ditinggali.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved