Jumat, 24 April 2026

Sebelum Hilang di Kerinci, Setiawan Ragu Naik ke Puncak

Reski Fadila Malik (22), pendaki asal Bekasi, mengatakan Setiawan Maulana (22) sempat ragu saat hendak naik ke puncak Kerinci.

Penulis: | Editor: Lucky Oktaviano

WARTA KOTA, BEKASI - Reski Fadila Malik (22), salah satu pendaki asal Bekasi, mengatakan bahwa sebelum hilang, Setiawan Maulana (22) sempat ragu saat hendak naik ke puncak Gunung Kerinci.

"Dia sampai tiga kali nanyain saya, apakah akan melanjutkan perjalanan ke puncak atau nggak," tutur Eki, panggilan akrab Reski Fadila Malik.

Pendakian itu, kata Eki, diikuti oleh 16 orang. Sebanyak 9 pendaki berasal dari Jakarta, 4 pendaki dari Bekasi. Mereka berangkat dari Jakarta ke Padang, Rabu (24/12) malam. Mereka kemudian bergabung dengan tiga pendaki lain dari Padang.

Saat memulai pendakian, mereka dibagi dalam dua kelompok, masing-masing 8 orang. Eki satu kelompok dengan Iwan. Menurut Eki, cuaca buruk sudah terasa sejak mereka tiba di shelter 1.

"Dari shelter 1, hujan deras, angin kencang. Karena nggak pakai jas hujan, saya kedinginan agak hipo (hypothermia-red). Saya tinggalin tujuh orang di belakang, saya jalan duluan," tuturnya.

Jumat (26/12) malam, rombongan pendaki itu menginap di tiga tempat terpisah. Dua orang berada di tenda shelter 3, 11 orang di tiga tenda di shelter dua, dan 3 orang lainnya di bawah shelter 2.

Sabtu (27/12) pagi, mereka yang ada di shelter dua menggelar diskusi kecil, mencari kesepakatan melanjutkan pendakian ke puncak atau tidak.

"Ada yang pengen tapi ragu, ada yang menunggu cuaca. Cuaca memang lagi buruk, kita berdiri saja badan goyang ketiup angin. Suhu bisa minus dua derajat. Ketinggian sudah hampir 3.100 meter," terang Eki.

Sekitar pukul 06.00 itu, kata Eki, Iwan sempat menanyakan jadi ke puncak atau tidak. "Saya bilang, nggak. Tunggu cuaca dulu setengah jam. Kalau bagus, baru naik," kata Eki.

Setengah jam berikutnya, lanjut Eki, cuaca malah tambah buruk, karena kabut bertambah pekat. "Iwan masih jalan di sekitar tenda, masih orientasi medan. Iwan nanya lagi, naik nggak. Saya bilang nggak," kata Eki.

Eki pun mengingatkan bahwa mereka berempat harus sudah turun dan kembali ke Bekasi, Minggu (28/12/2014). Dia memberi penjelasan, jika naik ke puncak diperkirakan baru sampai pukul 12.00. Turun sampai basecamp bisa pukul 19.00.

"Iwan makin ragu. Dia bicara dengan Imad. Mereka malah packing, seperempat jam kemudian, Iwan nanya ketiga kalinya ke saya seperti orang bingung," lanjut Eki.

Eki tetap tak ingin melanjutkan perjalanan. Dia menyarankan Iwan lebih dulu ke shelter 3, jika cuaca bagus baru ke puncak. "Iwan dan Imad akhirnya naik ke puncak, setelah itu saya putus kontak," katanya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved