Breaking News:

Citizen Journalism

Berharap Kurikulum Disusun dengan Bijak

Betapa riskannya kurikulum baru 2013 yang telah digulirkan akhir tahun 2012.

Kompasiana.com
Ilustrasi guru demo tolak Kurikulum 2013. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Penghentian sementara Kurikulum 2013 oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kebudayaan Anies Baswedan mendapat apresiasi positif dari sebagian warga masyarakat melalui tanggapan di berbagai media cetak dan elektronik, serta jaringan media sosial.

Penghentian sementara Kurikulum 2013 dan kembali menggunakan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ) 2006 menunjukkan betapa riskannya kurikulum baru 2013 yang telah digulirkan akhir tahun 2012.

Bercermin dari hal tersebut, sebagai warga yang awam terhadap dunia pendidikan sebaiknya setiap kebijakan yang digulirkan oleh pemerintah, saya berharap agar diteliti dengan cermat dan hati-hati, transparan, tidak tergesa-gesa serta perlu uji coba dan pengkajian yang memadai..

Untuk itu, keputusan strategis yang digulirkan Anies Baswedan dan mengacu pada kurikulum 2006, hendaknya dijalankan secara maksimal dan terintegral sehingga tidak akan menjadikan siswa sebagai alat uji coba menghadapi ketentuan proses pembelajaran dalam setiap kurikulum.

Kita berharap agar setiap kebijakan benar-benar dicermati dan dikaji secara optimal tanpa mengorbankan tenaga pengajar dan siswa.

Jika memang yang menjadi akar permasalahan pendidikan di dalam negeri adalah dikarenakan rendahnya kualitas guru, hendaknya pemerintah memberikan pelatihan guru yang terpadu dan menyeluruh untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Guru dapat diberikan pelatihan dengan konsep pelatihan efektif dan optimal. Termasuk pengadaan buku-buku cetak pelajaran yang harus disiapkan untuk kembali ke kurikulum 2006 dengan harga yang terjangkau pada masyarakat luas dan lain-lain.

Kita berharap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kebudayaan akan terus bersikap bijak dalam menentukan kebijakan strategis yang lain untuk memajukan sistem pendidikan di Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Dan yang terpenting adalah menciptakan siswa yang berkarakter, mandiri, cerdas dan dapat bersosialisasi dengan masyarakat luas.

Hendrawan,
Wiraswasta.

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved