Kebakaran Tambora
Selain Dua Korban Meninggal, Juga Dua Korban Luka Bakar
Kebakaran yang terjadi di permukiman padat di Angke, Tambora tak hanya menewaskan Yanti, Janin 7 bulan, dan Teguh (5) tapi juga melukai dua warga.
WARTA KOTA, TAMBORA - Kebakaran yang terjadi di pemukiman padat di Angke, Tambora tak hanya menewaskan Yanti, Janin 7 bulan, dan Teguh (5) anak pertama Yanti. Tetapi juga melukai dua warga lainnya anak dari Otong Surjani.
Muhammad Agung (19) harus mendapat perawatan di Rumah Sakit sebentar karena mengalami luka bakar di tangan kanannya. Sementara Kakak Agung yang bernama Lastri (27), anak kedua dari Otong Surjani dan Sumarni harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Tarakan.
"Saya kena luka bakar di tangan kanan, kakak kedua saya alami luka bakar dipunggungnya, makanya dia masih dirawat di Tarakan parah lukanya. Kalau saya minta pulang ga mau dirawat," ujar Agung yang berbaju putih tersebut, Jumat (19/12/2014).
Menurut Agung, ia sempat membantu Lastri dan juga Yanti serta Teguh, hanya saja yang berani melompat hanya Lastri, itupun saat api sudah membesar. Sementara Yanti yang menggendong Teguh takut melompat takut mengalami keguguran.
"Kakak saya sudah loncat, karena menunggu Yanti kelamaan, itu juga masih kena api punggungnya. Yanti takut akhirnya dia terjebak api," tutur Agung.
Tak banyak yang ia ketahui tentang Yanti, yang ia tahu Yanti tinggal di Curug, Tangerang. Dan sudah diangkat anak oleh kedua orang tuanya.
"Saya bukan saudara kandung sih, tapi Yanti sudah diangkat kayak anak sendiri sama ortu saya, apalagi suaminya Yanti anak buah bapak saya di Kelurahan Jembatan Besi. Yanti juga sudah ikut bantu-bantu di keluarga saya sejak muda," kata Agung.
Bambang Suryadi (37) warga yang rumahnya juga hangus terbakar mengatakan, pagi itu semua warga sudah tertidur lelap. Pasalnya mereka habis membantu memasang janur kuning dan membantu masak untuk hajatan yang akan dilaksanakan pada Jumat ini.
Namun naas, saat sejumlah warga beristirahat itu terjadi kebakaran. Dirinya mengetahui, ada sejumlah ibu-ibunya yang sudah menyicil untuk memasak keperluan hajatan.
"Jadi dibagian selatan rumah saya, ibu-ibu udah masak nasi, sama kue buat pesta sunatan Reyhan anaknya Otong Surjani. Tapi enggak tahu kenapa katanya ada gas 3 kg meledak," ungkap Bambang yang memakai t-shirt belang-belang di lokasi.
Tetapi menurut pengakuan sejumlah warga, justru api bukan berasal dari gas tersebut. Karena tak mendengar suara ledakan tabung tersebut. Apalagi, kegiatan masak dilakukan di luar rumah karena di dalam rumah sempit.
"Jadi warga ada yang bilang api dari rumah pak Otong. Tapi asalnya dari apa enggak tau, soalnya masak di luar, saya juga enggak dengar ada suara ledakan, makanya asal api masih simpang siur," kata Bambang di lokasi, Jumat (19/12/2014).(Wahyu Tri Laksono)