Selasa, 26 Mei 2026

Lipsus Edisi Cetak

Bendungan Mas Yono Mubazir

Keberadaan Bendungan Mas Yono di Bogor tak berfungsi, apalagi sawah yang dulu diairi sudah jadi perumahan

Tayang:

WARTA KOTA, JAKARTA - Setahun lalu, Bendungan Mas Yono di Desa Curug, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, jebol. Namun perbaikan baru dimulai dua bulan lalu dan hingga Desember 2014 ini belum rampung.

Warga sekitar tenang-tenang saja, para petani tak marah-marah karena lahan pertaniannya kering. Tak ada pula petani yang protes karena lambatnya perbaikan bendungan.

Penjaga Bendungan Mas Yono, Arin (85), cuma tertawa saat ditanya perkembangan perbaikan bendungan. Dia yakin, apabila bendungan itu jebol di tahun 1950-an atau 1960-an, mungkin banyak petani yang mengamuk. Sebab dulu Bendungan Mas Yono sebagai penggerak utama ekonomi di kawasan perbatasan Kabupaten Bogor dan Tangerang Selatan (Tangsel) itu.

Bedungan itu mengairi 500 hektar sawah di Desa Curug. Rinciannya adalah sebanyak 150 hektar sawah di Desa Pengasinan, 150 hektar di Desa Rawakalong, dan 150 hektar lagi di Desa Pasar Jengkol. Lalu 50 hektar di Desa Curug sendiri.

Tapi sejak awal 1990-an, lahan sawah mulai berubah jadi perumahan. Lalu di tahun 2014 nyaris seluruh sawah sudah berubah jadi perumahan. Sehingga tak lagi lahan yang perlu diairi. Bendungan Mas Yono pun kehilangan fungsi aslinya.

Kali Angke

Sejak bendungan jebol, air tak lagi menggenangi Bendungan Mas Yono, tapi langsung mengalir ke Kali Angke di Jakarta. Inilah salah satu penyebab volume air kali Angke meningkat pada Januari lalu.

Ketika bendungan Mas Yono belum jebol, air yang mengalir di Kali Angke bisa dipecah jadi dua aliran. Sebagian dialirkan ke Kali Angke, lalu sebagian lagi ditampung di Bendungan Mas Yono, lalu dialirkan ke wilayah Tangerang.

Ketika Bendungan Mas Yono kehilangan fungsi utamanya, rupanya Arin juga kehilangan pekerjaan utamanya. Mengatur pengairan di sawah-sawah seperti di era 1950, 1960, 1970, dan 1980.

Di era 2000-an Arin hanya membuka tutup bendungan ketika air sudah terlihat kotor. "Saya hanya membuka bendungan saat airnya kelihatan kotor saja," ujar Arin kepada Warta Kota.

Namun perhatian DKI Jakarta terhadap Bendungan Mas Yono membawa angin segar. Arin akan punya tugas baru dan bendungan ini punya fungsi baru memecah aliran Kali Angke, sehingga air yang mengali ke Jakarta volumenya lebih rendah.

Tahun 1950

Nama Bendungan Mas Yono hanya sebutan warga. Di data Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), namanya situ Curug. Tapi, warga sekitar lebih akrab menyebutnya dengan Bendungan Mas Yono. Nama itu muncul saat bendungan itu dibangun tahun 1950.

Rupanya yang merancang dan membangun bendungan bernama Mas Yono. Dia seorang arsitek Jawa yang kemudian memilih tinggal di Desa Curug.

Arin masih ingat, Mas Yono sering datang ke bendungan saat ia masih berusia 10 tahun. "Orangnya kecil-kecil hitam dan dulu sering membeli makanan dekat bendungan," jelas Arin.

Dulu Mas Yono menetap di Desa Curug. Dia menikah dengan perempuan setempat bernama Masalim. Lalu punya tiga anak. "Tapi sekarang keturunannya sudah tak ada lagi," ujar Arin kepada Warta Kota.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved