Pembongkaran Bagan Ikan
Wakil Bupati Kepulauan Seribu Minta Maaf ke Nelayan
Dinilai menganggu arus lalu lintas kapal, belasan bagan tancap ikan dan kerang hijau di perairan Kepulauan Seribu, dibongkar petugas.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
WARTA KOTA, KEPULAUAN SERIBU - Dinilai menganggu arus lalu lintas kapal, belasan bagan tancap ikan dan kerang hijau di perairan Kepulauan Seribu, dibongkar petugas. Penertiban melibatkan 120 personel gabungan dari Satpol PP, TNI dan Polri. Saat ditertibkan sempat terhenti, lantaran diadang belasan nelayan kerang hijau yang datang menggunakan 10 kapal.
Pantauan Warta Kota di lapangan pada Kamis (18/12/2014) pagi, petugas tampak membongkar bagan ikan yang terbuat dari batang bambu menggunakan golok dan kapak. Untuk mempercepat pembongkaran, petugas mengikat bagan itu ke dua unit kapal berkapasitas 6 GT menggunakan seutas tali tambang.
Namun saat di sela penertiban, belasan nelayan yang berasal dari daerah Dadap, Kosambi, Tangerang ini menghampiri kapal petugas. Mereka mempertanyakan maksud penertiban itu. Kemudian untuk meredam emosi, akhirnya petugas mengajak salah seorang perwakilan nelayan bernama Iskandar (50) ke dalam kapal.
Di hadapan Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Ibnu Sabiin Hatta, yang memimpin operasi, Iskandar berkata para nelayan kerang hijau kecewa dengan penertiban ini. Iskandar mengatakan, berdasarkan hasil keputusan rapat beberapa waktu lalu, yang ditertibkan adalah bagan ikan, bukan bagan kerang hijau.
"Pak ini bagaimana? Kok bagan kerang hijau juga ditertibkan petugas? Bukankah kesepakatannya bagan ikan dulu," ujar Iskandar pada Kamis pagi.
Ibnu berdalih, petugas Satpol PP tidak sengaja menertibkan bagan kerang hijau nelayan. Sebab, secara kasat mata, bagan ikan dengan kerang hijau hampir sama. "Iya, kami tidak sengaja membongkar bagan kerang hijau. Kami minta maaf," ujar Ibnu.
Mendapat protes dari nelayan, akhirnya penertiban dihentikan dahulu sampai situasi kembali kondusif. Kepada wartawan, Iskandar mengatakan, mendapat kabar penertiban ini dari salah seorang nelayan yang melihat penertiban itu. Kemudian, ia bersama belasan nelayan lainnya, langsung menghampiri petugas.