Di Kampus UKI Banyak Bekas Bong dan Senjata Tajam
Polisi menemukan ganja, bong bekas sabu dan puluhan botol miras, serta senjata tajam di kampus UKI
Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTA KOTA, KRAMAT JATI - Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar penggerebekan di kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jalan Mayjen Soetoyo, Cawang, Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (18/12/2014) sore.
Pihaknya pun menyayangkan atas penemuan berupa dua gram batang ganja, satu buah bong sabu bekas pakai, dua kantong plastik bekas kemasan sabu, puluhan botol bekas miras, tiga buah senjata tajam, yaitu arit, parang, dan samurai.
"Penemuan ini sangat memprihatinkan dunia pendidikan, tidak sepantasnya juga, alat konsumsi narkoba dan sajam seperti ini ada di lingkungan kampus," kata Kombes Slamet Pribadi, Kepala Sub Direktorat Heroin BNN dan selaku Ketua Tim Penyidik pada penggerebekan tersebut, di Gedung Rektorat UKI, Jakarta Timur, Kamis (18/12/2014).
Ia pun mencurigai bahwa temuan puluhan botol miras juga digunakan untuk bahan membuat bom molotov. Dimana, para mahasiswanya sendiri, kerap terlibat tawuran di lingkungan kampus.
"Tindakan preventif ini, sebagai upaya kami untuk mencegah peredaran narkoba di kampus. Hal ini sangat penting, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi," katanya.
Selain itu, fungsinya juga sekaligus untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di kampus.
Sedangkan, Rektor UKI, Maruarar Siahaan, mengatakan, memang bukan rahasia lagi, bahwa UKI mempunyai problem terkait masalah peredaran narkoba dan kekerasan di kampus.
"Karena itu, mulai sekarang UKI harus kembali ke landasan semua sebagai lembaga pendidikan yang kristiani. Salah satunya dengan tindakan preventif ini," katanya.
Bahkan, Maruarar sendiri, mengaku, memang sudah mencium peredaran narkoba di kawasan kampus UKI sejak setahun terakhir.
"Masa, mahasiswa marah-marah ke dosen. Kalau bukan pengaruh dari obat, mana mungkin. Ini sudah saya amati perilaku mereka setahun terakhir. Karena itu, kami menggandeng BNN dan kepolisian untuk mengawasi peredaran narkoba di kampus kami," katanya.
Pihaknya pun berharap, agar pihak terkait, memberikan hukuman yang terberat, bagi mahasiswanya yang terlibat peredaran narkoba.