Breaking News:

Ada Penyelewengan APBD di Proyek Jalan Jati Raya Timur

Diduga ada penyelewengan dana APBD untuk betonisasi Jalan Jati Raya Timur, Pangkalan Jati, Depok

Warta Kota/Budi SL Malau
Lokasi pengerjaan pembetonan di Jalan Jati Raya Timur yang dinilai warga sangat janggal karena dianggap hasil pengalihan dari proyek Jalan Punak yang digagalkan warga Senin (8/12/2014) lalu. 

WARTA KOTA, DEPOK - Dari hasil pertemuan warga Komplek TNI AL, RW 4, Kelurahan Pangkalan Jati, Cinere, Depok dengan sejumlah anggota DPRD Kota Depok, termasuk Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo, mereka sepakat bahwa betonisasi ruas Jalan Jati Raya Timur, Kelurahan Pangkalan Jati yang sebagian juga masuk wilayah DKI Jakarta, diduga kuat ada penyelewengan dana APBD disana.

Bahkan mereka juga sepakat dugaan penyelewengan dana terjadi saat proyek peningkatan di Jalan Punak, Pangkalan Jati. Namun akhirnya proyek di jalan ini digagalkan warga.

"Sebab kami tunjukkan bahwa betonisasi jalan itu merupakan objek amdal dan belum dipenuhi sesuai ketentuan yg berlaku," kata Peter (40), koordinator warga kepada Warta Kota, Kamis (18/12/2014) malam.

Bahkan, katanya proyek di Jalan Jati Raya Timur saat ini sudah menimbulkan gangguan dan kerugian bagi masyarakat luas. "Baik kami yang berdomisili di sana maupun yang biasa menggunakan jalan itu," ujat Peter.

Karenanya, kata Peter, mereka juga kami sepaham adanya bentuk pelanggaran pidana konstruksi serta pelanggaran lingkungan hidup dalam proyek jalan yang dibangun Bimasda Depok.

"Apalagi Pemkot Depok memperbaiki jalan aset milik Pemkot Jaksel, karena masuk wilayah mereka. Dari sini jelas sudah semuanya, dan Ketua DPRD sepaham dan sepakat dengan kami," katanya.

Menurut Peter, pihaknya juga menunjukkan kedua proyek baik di Jalan Punak yang berhasil digagalkan warga, maupun di Jalan Jati Raya Timur yang sudah dilakukan, ternyata tidak mengumumkan nilai, jenis, sponsor, pelaksana termasuk tidak ditemukan juga adanya papan pengumuman di Kelurahan. "Padahal sesuai ketentuan, ini semua wajib," ujarnya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved