Minuman Keras

Pemkot Bekasi Musnahkan 10.604 Botol Minuman Keras

Pemkot Bekasi dan Polresta Bekasi Kota memusnahkan 10.604 botol minuman keras di halaman Plaza Kantor Wali Kota Bekasi, Rabu (17/12/2014).

Pemkot Bekasi Musnahkan 10.604 Botol Minuman Keras
Warta Kota/Ichwan Chasani
Petugas melindas puluhan ribu botol miras menggunakan alat berat saat pemusnahan di Plaza Kantor Walikota Bekasi, Rabu (17/12/2014). 

WARTA KOTA, BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi bekerjasama dengan Polresta Bekasi Kota memusnahkan 10.604 botol minuman keras atau miras berbagai merk di halaman Plaza Kantor Wali Kota Bekasi, Bekasi Selatan, Rabu (17/12/2014).

Dari 10.604 botol minuman keras itu, sebanyak 5.604 botol di antaranya merupakan golongan A, B dan C hasil sitaan Satpol PP Kota Bekasi dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Bekasi.

Sebanyak 5.000 botol lainnya merupakan golongan B dan C hasil sitaan aparat Polresta Bekasi Kota. Puluhan ribu botol minuman keras itu dimusnahkan petugas dengan cara dilindas menggunakan alat berat.

Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu, usai pemusnahan ribuan botol minuman keras itu mengakui bahwa tahun ini ada kecenderungan peningkatan pemakaian minuman keras alias minuman berkadar alkohol tinggi itu di Kota Bekasi.

Namun dia tidak mengungkapkan secara rinci angka peningkatan konsumsi tersebut. "Yang jelas, peningkatan konsumsi itu terutama terjadi di kalangan anak muda," kata Ahmad Syaikhu, Rabu.

Syaikhu mengatakan, Pemkot Bekasi secara rutin akan terus memusnahkan minuman keras hasil sitaan. Upaya itu dilakukan untuk menekan peredaran minuman keras di wilayah Kota Bekasi yang peredarannya mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“Sesuai ketentuan, peredaran miras seharusnya hanya boleh di tempat-tempat tertentu saja seperti hotel berbintang, karenanya kami akan terus berupaya mengendalikan peredaran miras ini,” ujar Ahmad Syaikhu.

Menurut Syaikhu, upaya pengendalian dan pengawasan peredaran minuman keras itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah saja namun juga membutuhkan peran semua elemen masyarakat.

"Kami mengajak semua elemen masyarakat untuk membantu menekan peredaran miras ini, dengan terus mengawasi dan melaporkan kepada kami jika mendapati penjualan miras ilegal,” kata Syaikhu.

Syaikhu mengatakan, pengetatan pengawasan peredaran minuman keras di Kota Bekasi masih sangat diperlukan agar menimbulkan efek jera bagi para pedagang.

Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved