Lahan Parkir IRTI Monas Kebanjiran Sepeda Motor
Lahan parkir motor IRTI Monas langsung kebanjiran sepeda motor pada hari pertama penerapan larangan sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin.
WARTA KOTA, GAMBIR-Pada hari pertama uji coba pelarangan sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu (17/12/2014), lahan parkir motor Ikatan Restoran Taman Indonesia (IRTI) Monumen Nasional (Monas) kebanjiran sepeda motor. Ribuan sepeda motor tak tertampung di lahan parkir khusus motor sehingga meluber ke lahan parkir mobil.
Hingga pukul 12.00 antrean pengendara yang mau masuk lahan parkir seluas satu hektar itu masih panjang di pintu loket parkir. Beberapa pengendara motor tersebut adalah pengunjung Monas, namun banyak juga karyawan perkantoran yang ikut memarkirkan motornya. Seusai memarkirkan motor, mereka tak pergi ke Monas, tapi keluar dari pagar IRTI dan berjalan kaki ke arah Gedung Indosat.
"Silahkan parkirkan motornya deket parkiran mobil ya pak," ucap Sumiyati (40) salah seorang petugas parkir yang mengenakan seragam Dishub DKI.
Salah seorang pengguna parkir IRTI Monas, Makmur (34), mengaku sudah mengetahui pelarangan sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin. Ia meminta Pemprov DKI menyediakan sarana penunjang seperti bus gratis lebih banyak.
"Saya jadi telat nih pasti ke kantor. Soalnya saya mau nganter arsip bos saya di Kawasan Sarinah. Saya baca di koran pengendara kalau mau enak bisa naik bus gratis. Cuman yang jadi pertanyaan saya, busnya ada berapa? Terus waktu bus nyampe ke halte berapa lama? Kan kita belum tahu. Belum lagi jalan sedang macet. Kalau naik motor bisa nyelap-nyelip bawanya," paparnya.
Ia pun mengomentari permasalahan kantung parkir yang disediakan Pemprov DKI. Menurut Makmur, lambat naun belasan gedung parkir yang disediakan tak akan sanggup menampung kendaraan roda dua.
"Lihat aja nih di Monas udah mulai penuh. Kenapa mesti di IRTI. Monas hampir setiap hari ramai pengunjung.lama-lama juga gedung-gedung lain di Kawasan MH Thamrin gak sanggup menampung lagi. Soalnya, di Jakarta pengguna motor tuh banyak," tutur warga Bekasi ini.
Sementara itu, Kepala Pengelola Parkir Ikatan Restoran Taman Indonesia (IRTI) Monumen Nasional (Monas), JP Buwono mengakui jumlah pengguna parkir di IRTI meningkat pesat. Sebelum diberlakukan ujicoba pelarangan sepeda motor, sebanyak 700-an lebih masyarakat memarkirkan kendaraannya di IRTI.
"Sekarang menacapai 1000-an lebih baru masuk jam 11.00," ujarnya.
Lahan parkir IRTI mampu memuat 5.000 kendaraan roda empat dan roda dua serta beroperasi selama 24 jam penuh.
"Silahkan parkir. Selama 24 jam tetap buka. Parkir jam pertama Rp 1.000, sejam berikutnya tetap Rp 1.000," tuturnya.