Ayep Kurnia Meninggal Saat Antarkan Anak Tes CPNS DKI
Nasib malang harus dirasakan Denden Lingga Perkasa (24) saat mengikuti tes Calon PNS di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (17/12/2014) siang.
WARTA KOTA, GAMBIR - Nasib malang harus dirasakan Denden Lingga Perkasa (24) saat mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (17/12/2014) siang. Pasalnya, kabar bahagia kelulusannya harus dibayar mahal dengan kepergian ayah tercintanya, Ayep Kurnia (52) yang meninggal dunia karena penyakit jantung pada pukul 15.30 WIB.
Anggota polisi dari Polsektro Gambir Ipda Sadiyono mengatakan, pria kelahiran Sumedang, 11 April 1962 itu meninggal dunia karena tiba-tiba terjatuh saat melihat papan pengumuman yang tercantum nama anaknya. Sontak, penyakit yang dideritanya langsung merengut nyawanya.
"Keterangan dari anaknya memang punya riwayat penyakit jantung," kata anggota polisi dari Polsektro Tanah Abang Ipda Sadiyono saat ditemui wartawan di Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu.
Dia menuturkan setelah terjatuh di Lantai 2 Gedung Blok G, ternyata Ayep langsung meninggal dunia meskipun pihak kesehatan sudah membawanya menggunakan kursi roda menuju Pelayanan Gawat Darurat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Memang kedatangan hanya mengantar saja ke sini. Kata Anaknya sebelumnya sudah dilarang ikut tetapi tetap memaksa ikut," ujarnya.
Saat ini jenazah Ayep masih berada di Pelayanan Gawat Darurat Pemprov DKI dan akan dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk dilakukan visum luar. Sementara, Deden masih terus menangis di dekat jenazah Ayep. Dia tidak bisa berkata-kata karena kejadian tersebut.
Sementara itu, salah seorang petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) Balaikota DKI Jakarta, Amiruddin, peristiwa tersebut terjadi di lobi Blok G, gedung Balaikota DKI Jakarta. Saat itu, menurut Amiruddin, Ayep tengah melihat papan nama hasil pengumuman nama-nama pesera tes CPNS yang tertera di sebuah papan pengumuman.
"Keterangan dari anaknya, dia sedang mengantar anaknya itu tes CPNS. Pas lagi menunggu di Blok G, tiba-tiba dia terjatuh," ujar Amiruddin.
Setelah terjatuh, warga yang melihat dan beberapa petugas keamanan langsung membawa Ayep ke ruang UGD Klinik Balaikota. Di sana Ayep pun langsung mendapat perawatan intensif dari beberapa orang dokter jaga. Sang anak yang diketahui bernama Deden Lingga Perkasa langsung mendatangi klinik tersebut. Ia tampak menangis melihat sang ayah yang mengantarnya dari Sukabumi untuk tes CPNS tiba-tiba meninggalkan dirinya untuk selamanya.
Menurut Amiruddin berdasarkan keterangan Deden, sebelum ditemukan tewas, Ayep sempat berjalan-jalan ke kawasan Monas. Dugaan sang anak, ayahnya tersebut mungkin mengalami kelelahan saat berjalan-jalan di Monas. "Dia sempat jalan-jalan ke Monas," kata Amiruddin.