Warga Keluhkan Ramainya Kendaraan di Jalan Jati Raya Barat
Imbas penutupan Jalan Jati Raya Timur berdampak pada lebih ramainya kendaraan yang melalui Jalan Jati Raya Barat.
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTA KOTA, DEPOK - Penutupan Jalan Jati Raya Timur, Pangkalan Jati, Cinere, Selasa (16/12/2014) akibat betonisasi di ruas jalan itu sepanjang sekitar 100 meter, berdampak pada lebih ramainya kendaraan yang melalui Jalan Jati Raya Barat.
Hal ini membuat sejumlah warga yang tinggal di Jalan Jati Raya Barat, merasa tidak nyaman dan mengeluhkan hal tersebut.
Sebab jalan di depan rumah mereka yang biasanya agak lengang kini lebih ramai kendaraan dan menjadi rawan kecelakaan.
"Bahkan tadi pagi, ada dua motor tabrakan sama mobil. Yang punya motor sempat mau nitipin motornya ke saya, saya gak mau," kata Bambang Darmawanto (51), warga yang tinggal di Jalan Jati Barat, Cinere, Depok kepada Wartakotalive.com, Selasa (16/12/2014).
Bambang menuturkan penutupan Jalan Jati Raya Timur membuat kendaraan dari Jalan Cinere yang hendak ke Pondok Labu harus memutar ke Utara dan melalui Jalan Jati Raya Barat.
"Sampai siang tadi, kendaraan yang lewat Jalan Jati Raya Barat ramai terus. Anak-anak saya jadi nggak bisa bermain di depan rumah. Saya larang karena bisa kena tabrak kendaraan," papar Bambang yang memiliki dua anak berusia 7 tahun dan 10 tahun.
Menurut Bambang, proyek betonisasi di Jalan Jati Raya Timur sejak awal sangat janggal. Sebab tidak ada sosialisasi dan pemberitahuan yang memadai ke warga. "Saya sama sekali nggak tahu kalau jalan itu dibeton. Bahkan informasi mengenai adanya penutipan jalan baru tahu tadi, karena ada papan yang dipasang memalang di depan jalan itu," paparnya.
Peter, warga lainnya mengatakan proyek pembetonan di Jalan Raya Timur dilakukan secara diam-diam dan tanpa ada sosialisasi apapun ke sebagian besar warga.
"Mereka hanya undang sosialisasi ke warga RW 3, Pangkalan Jati, undangan dikasih tanggak 9 Desember untuk datang tanggal 10 Desember. Besoknya langsung dibangun. Apa itu sosialisasi yang benar?," kata Peter mempertanyakan hal itu.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok, Yulistiani Mochtar, proyek pembetonan Jalan Jati Raya Timur ini, sebenarnya sudah terencana. Namun, kata Yulistiani, pemenang lelang atau tender proyek ini baru diketahui di saat terakhir sehingga pengerjaan terkesan mendadak.
Karenanya kata Yulistiani pemberitahuan dan sosialisasi proyek Jalan Jati Raya Timur ini tidak maksimal dan waktunya agak mepet. "Jadi memang sosialisasi di proyek Jalan Jati Raya Timur ini, agak berbeda dengan rencana proyek Jalan Punak dimana beberapa minggu sebelumnya sudah ada pemberitahuan ke warga," ujar Yulistiani.