Pemimpin Redaksi The Jakarta Post Batal Diperiksa Polisi

Tersangka penistaan agama yang juga Pemimpin Redaksi The Jakarta Post, MS, batal diperiksa penyidik Polda Metro Jaya, Senin (15/12).

Pemimpin Redaksi The Jakarta Post Batal Diperiksa Polisi
Istimewa
Kartun yang dimuat di Harian The Jakarta Post menuai kritik dan kecaman. 

WARTA KOTA, SEMANGGI— Pemeriksaan tersangka penistaan agama yang juga Pemimpin Redaksi The Jakarta Post, MS, oleh Polda Metro Jaya yang rencananya dilakukan Senin (15/12) ini ditunda.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, pengacara MS Todung Mulya Lubis mendatangi Polda Metro Jaya dan menginformasikan penundaan.

"Karena yang bersangkutan banyak keperluan dan kepentingan, namun tanggal 7 Januari 2015 nanti bersedia hadir," jelas Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Senin.

Ia mengatakan, penyidik tidak mempermasalahkan ketidak hadiran MS pada panggilan pertama. "Nanti kita serahkan kepada pihak-pihak yang bersengketa. Saya harap waktu yang ada ini dimanfaatkan untuk mediasi," jelasnya. MS juga belum dicekal untuk keluar negeri oleh Polisi.

Seperti diketahui, penyidik Polda Metro Jaya, menetapkan MS sebagai tersangka dugaan kasus penistaan agama, terkait pemuatan karikatur bergambar bendera tengkorak dengan tulisan Laa Ilaaha Illallah (tiada tuhan selain Allah).

Dalam tengkorak juga tertulis Allah, Rasul, Muhammad dalam huruf Arab. Penyidik juga telah memeriksa saksi ahli pidana, bidang agama. Sedangkan langkah mediasi ke Dewan Pers karena menyangkut karikatur pemberitaan, juga sudah dilaksanakan.

Tersangka terancam dijerat dengan Pasal 165a KUHP terkait penistaan agama dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun. Rikwanto mengatakan, tersangka belum tentu ditahan, karena harus menunggu hasil pemeriksaan tersangka.

Laporan karikatur di harian berbahasa Inggris ini dilakukan oleh Korps Mubaligh Jakarta (KMJ) dilimpahkan dari Mabes Polri ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut tercatat dengan nomor 687/VII/2014 di Mabes Polri. Terlapor PT Media Tama Suryodiningrat dan pelapor Edi Mulyadi. Pelimpahan berkas dilakukan karena TKP kantor JP berada di Jakarta.

KMJ melaporkan JP ke Mabes Polri, Selasa (15/7) lalu. Mereka menilai kartun yang dimuat di Harian tersebut pada Kamis (3/7) menghina dan menisatakan Islam. Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah KMJ, Edy Mulyadi mengatakan, pihaknya sudah mendatangi kantor redaksi The Jakarta Post dan sudah meminta maaf. Pasal 156a KUHP menyebutkan permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

Ia menilai JP berdalih ketidak sengajaan dan keteledoran tidak dapat diterima. Kartun yang dimuat JP tersebut menggambarkan Namun JP menyatakan bahwa kartun tersebut adalah satire terhadap organisasi pemberontak Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang memiliki bendera yang sama. Bedanya, ISIS hanya menggunakan lingkaran bulat, bukan tengkorak.

Penulis: Ahmad Sabran
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved