Normalisasi Kali Angke, 163 Pohon Ditebang di Jalan Panjang

Sebanyak 163 pohon di sepanjang jalan Jakarta Barat terkena imbas dari proyek normalisasi Kali Angke

Wahyu Tri Laksono
Sebanyak 163 pohon harus ditebang karena terkena imbas normalisasi Kali Angke di Jalan Panjang, Jakarta Barat, Sabtu (13/12/2014) 

WARTA KOTA, KEMBANGAN - Sebanyak 163 pohon penghijauan yang berada di sepanjang jalan Jakarta Barat terkena imbas dari proyek normalisasi Kali Angke serta proyek refungsi saluran di Jalan Panjang.

Hal itu diungkapkan Kasie Jalur Hijau Sudin Pertamanan Jakarta Barat, Kadiru kepada Warta Kota, Jumat (12/12/2014). Menurutnya sejauh ini hanya ada dua titik jalan yang pohon-pohonnya rusak akibat proyek dari Dinas Pekerjaan Umum tersebut.

Pertama 120 pohon ditebang akibat refungsi saluran di Sunrise Garden hingga Gereja Kristen Indonesia (GKI). Kemudian 30 pohon yang ditebang akibat normalisasi Kali Angke di Jalan Pangeran Tubagus Angke. Ketiga 13 pohon ditebang akibat pembangunan sumur pompa baru di Tubagus Angke juga.

"Jadi total yang ditebang selama pengerjaan dari Dinas PU di Jakarta Barat, sampai hari ini data yang masuk mencapai 163 pohon," ujar Kadirun.

Sebenarnya pihaknya sudah mempertahankan agar proyek tetap berjalan tetapi tak merusak pepohonan yang sudah ada. Tapi nyatanya hal itu tak bisa, dan semuanya sudah izin ke Dinas Pertamanan, akhirnya pihaknya hanya merelakan saja.

"Kami relakan saja, karena ada kompensasinya dari Dinas. Tetapi jika proyek sudah selesai. Penanaman pohon kembali diserahkan kepada Sudin yang ada di wilayah. Padahal pohon-pohon tersebut masih muda baru sekitar 5 tahun, tapi apa daya karena proyek Pemprov ya kami relakan," ungkapnya.

Pihaknya akan menanam kembali pohon-pohon tersebut setelah proyek itu selesai. Nantinya akan ditanami berbagai macam jenis pohon, yakni pohon flamboyan, pohon lawu Gunung dan pohon jati mas.

"Pohon yang akan ditanam bukan dari bibit tetapi akan ditanam dari pohon setinggi 2-4 meter. Biar cepat tumbuh besarnya," katanya.

Sementara itu, Abidin (35) pengendara sepeda motor menyayangkan jika proyek pencegahan banjir justru merusak sejumlah pepohonan yang sudah ada. Apalagi di Jalan Pangeran Tubagus Angke ini pepohonan sangat perlu untuk mengurangi polusi yang ada di Jalan tersebut.

"Sayang sih, di Jalan ini kan banyak polusi dari truk serta kendaraan lainnya. Nah pohon-pohon itu untuk mengurangi polusi di jalan ini, tapi ditebang untuk pencegahan banjir. Bagus juga tapi harusnya tak merusak pepohonan yang sudah ada," ucap pengendara Kawasaki Ninja bercat hitam itu, Jumat (12/12/2014).

Suhaedi (38) warga yang melintas di Jalan Panjang juga menyayangkan pohon-pohonan tersebut ditebang. Pasalnya saat ini kondisi Jalan menjadi gersang dan panas.

"Wah jadi gersang dan panas nih sekarang jalanan sini. Banyak pohon ditebang akibat proyek saluran air itu," kata karyawan swasta di daerah relasi, Kebun Jeruk tersebut.

Tetapi dirinya tetap mendukung program perbaikan saluran air tersebut. Pasalnya saluran air tersebut untuk mencegah banjir di wilayah Green Garden.

"Ya kalau panas hanya sementara enggak masalah, kalau nantinya akan ditanami pohon lagi kalau proyek saluran airnya selesai. Yang penting proyek tersebut bisa mengatasi banjir yang kerap melanda di kawasan Green Garden," ujarnya. (Wahyu Tri Laksono)

Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved