Sepak Bola

Pemprov DKI Siap Gelontorkan Rp 50 Miliar untuk Persija, Asal

Hal ini dilakukan dalam rangka mendongkrak prestasi klub berjuluk Macam Kemayoran itu

Pemprov DKI Siap Gelontorkan Rp 50 Miliar untuk Persija, Asal
KOMPAS/PRIYOMBODO
Ilustrasi uang rupiah. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap mengelontorkan dana sebesar Rp 50 miliar pada tahun pertama kepada klub sepak bola Ibukota Jakarta, Persija Jakarta. Hal ini dilakukan dalam rangka mendongkrak prestasi klub berjuluk Macam Kemayoran itu.

Namun, harus melalui berbagai persyaratan. Yaitu dengan menjual sebagian besar saham Perusahaan Terbatas (PT) Persija Jakarta di bawah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sehingga, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta bisa mengelola manajemen Persija Jakarta.

"Kalau ngga mampu, sudah sahamnya jual saja ke kita. Bisa 80 atau 90 persen. Kami tidak bisa mengelontorkan dana saat ini karena Persija Jakarta sudah menjadi PT. Soalnya aturannya tidak bisa memberikan dana kalau sudah jadi PT," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah saat dihubungi di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (12/7).

Persoalan lainnya yang harus diselesaikan Persija Jakarta adalah dualisme yang terjadi di ranah hukum. Pasalnya, proses hukum di pengadilan Persija Jakarta dan Persija Jakarta Utara masih terus berlangsung.

"Kan Persija saat ini masih ada dua, jadi memang harus diselesaikan terlebuh dahulu. Memang saat ini yang nampak hanya satu Persija Jakarta. Tapi, persoalan hukum harus tetap diberesin terlebih dahulu," ungkapnya.

Kebijakan itu, kata dia, sesuai dengan instruksi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). BUMD DKI yang nantinya akan mengelola Persija Jakarta bisa dari PT Jakpro, Tourisindo, atau BUMD yang lain. Menurutnya, dengan pengelolaan di bawah BUMD DKI, Persija Jakarta akan bisa kembali ke masa kejayaan.

"Kalau dalam sepak bola kan jelas pemiliknya siapa maka kita akan beli pemain yang bagus. Beli pemain asing kan sudah ada regulasi berapa banyak pemain asing. Kemudian, ditambah pembibitan usia dini. Saat ini yang juara juga gunakan sistem seperti itu (Persib Bandung)," ungkapnya.

Mantan Wali Kota Jakarta Pusat menuturkan bahwa dana sebesar Rp 50 miliar itu hanya untuk satu tahun. Menurutnya, dana sebesar itu untuk klub sepak bola sangatlah besar dan mampu membangun kembali kejayaan klub yang digalangi oleh Ismed Sofyan itu.

"Dana sebenarnya harus dibicarakan terlebih dahulu. Kalau di bawah Rp 50 miliar kan bisa mengatur untuk modal. Seperti beli pemain, pengurusan home base, ticketing," tuturnya.

Dengan cara itu, nantinya para sponsor akan melirik klub Persija Jakarta. Sehingga, bisnis sepak bola di Ibukota Jakarta akan lebih maju.

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved