Razia Parkir Liar

Dalam Sehari 50 Kendaraan Terjaring Razia Parkir Liar

Razia kendaraan yang parkir sembarangan dimulai dari pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Dalam Sehari 50 Kendaraan Terjaring Razia Parkir Liar
Panji Baskhara Ramadhan
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan penertiban parkir liar di Jalan Suryopranoto, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (26/11/2014). Puluhan motor diangkut dengan jala ke atas truk milik Dishub. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Kota Administrasi Jakarta Pusat, telah berupaya penuh melakukan razia parkir liar di sejumlah titik rawan, yang marak akan parkir liar.

Namun, pihaknya dalam sehari dapat menjaring sebanyak 50 kendaraan yang parkir sembarangan dalam sehari.

"Dalam merazia kendaraan yang parkir sembarangan, dimulai dari pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB. Kami upayakan untuk rutin berpatroli. Guna mengawasi sejumlah titik yang rawan parkir liar. Alhasil, setiap harinya rata-rata sekisar 50 kendaraan terjaring razia parkir liar," ungkap Kepala Seksi (Kasie) Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal), Sudinhub Kota Administrasi Jakarta Pusat, Harlem Simajuntak saat dikonfirmasi, Minggu (7/12).

Pihaknya mengaku, hingga saat ini masih melakukan penerapan sanksi. Yakni menerapkan derek dan cabut pentil bagi setiap kendaraan yang parkir sembarangan.

Namun, penerapan tersebut belum menimbulkan efek jera bagi pengendara. Diketahui, masih ada saja di beberapa titik lokasi rawan parkir liar tetap marak kendaraan roda dua dan empat, yang menggunakan lahan parkir liar.

Seperti Kawasan Tanah Abang, Cikini, Kramat, dan di sejumlah kawasan di Jakarta Pusat lainnya. Meski begitu, Jajaran Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Kota Administrasi Jakarta Pusat mengaku akan makin gencar menggelar razia parkir liar.

"Seiringnya dilakukan penertiban, diharapkan pengendara akan patuh dan memilih memarkirkan kendaraannya di lokasi-lokasi resmi," ucap Harlem.

Menurut Harlem, dalam sehari hanya bisa menderek sebanyak tiga kendaraan saja. Hal demikian diakuinya lantaran kekurangan unit derek.

"Kendaraan derek terbatas, kami hanya menderek tiga kendaraan saja per harinya, sementara sisanya sanksi cabut pentil," jelas Harlem. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved