Ini Alasan Pemkot Jaksel Biarkan Ojek Kuasai Trotoar
Maraknya keberadaan ojek di kawasan Pasar Minggu sepertinya belum mendapat perhatian khusus dari Pemkot maupun pihak Kepolisian.
WARTA KOTA, PASAR MINGGU - Maraknya keberadaan ojek di kawasan Pasar Minggu sepertinya belum mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kotamadya maupun pihak Kepolisian. Puluhan tukang ojek terlihat masih dibiarkan dan diberikan keleluasaan untuk menguasai trotoar saat ini.
Kondisi tersebut seperti halnya yang terlihat di kawasan Pasar Minggu selama dua tahun terakhir hingga hari ini, Sabtu (6/12/2014). Tanpa terlihat bersalah, puluhan ojek terlihat menempati trotoar maupun sisi Jalan Raya Pasar Minggu, simpang Robinson, hingga perlintasan Kereta Api Poltangan.
Para tukang ojek yang sebagian besar diketahui adalah mantan Pedagang Kaki Lima (PKL) tersebut terlihat saling bergantian menempati lapak pangkalan ojek liar di atas trotoar sepanjang hari hingga malam. Aktivitas tersebut bukan tanpa sebab, terus hidupnya kawasan Pasar Minggu selama 24 jam tujuh hari seminggu memang merupakan keuntungan para ojek untuk mengais keberuntungan.
Wakil Camat Pasar Minggu, Heryanto mengatakan, kalau pihaknya sudah melakukan sosialisasi maupun menunjuk sejumlah tempat untuk dapat digunakan sebagai pangkalan ojek. Namun, hanya diketahui ditempati beberapa kali, para ojek kembali menempati pangkalan liar karena dinilai kurang strategis.
"Kami sudah minta izin dan diberikan tempat di area parkir Robinson, tapi baru mereka (ojek) balik lagi (ke pangkalan liar), ngakunya kurang strategis nggak leluasa juga karena lokasinya malam dipakai sama pedagang malam," kata Heryanto.
Atas hal tersebut, Heryanto mengaku masih mengkaji solusi kepada para tukang ojek tersebut. Karenanya, pihaknya melalui perangkat teknis, Satpol PP Pasar Minggu belum dapat menertibkan keberadaan ojek saat ini. Penataan hanya dilakukan agar ojek tidak menempati bahu jalan, sehingga tidak menimbulkan kemacetan di kawasan Pasar Minggu.
"Kalau ada yang d ipinggir jalan, anggota langsung pinggirin naik ke atas trotoar, sebenarnya itu terpaksa, karena bukan solusi yang kami lakukan. Tapi kalau nggak begitu, wilayah jadi macet," kata Camat Heryanto.