Wow, Harga Cabe Naik Jadi Rp 90.000/Kg

Seorang pembeli di Pasar Palmerah Jakarta Pusat, kaget mengetahui kenaikan harga cabai yang cukup drastis, Jumat (5/12/2014).

Editor: Suprapto
Kompas.com
Cabe 

WARTA KOTA, PALMERAH— Seorang pembeli di Pasar Palmerah Jakarta Pusat, kaget mengetahui kenaikan harga cabai yang cukup drastis, Jumat (5/12/2014).

Pasalnya, beberapa waktu lalu perempuan berkerudung itu masih membeli cabai dengan harga per kilogramnya Rp 75.000.

"Saya beli beberapa waktu lalu, itu sekilo Rp 75.000, itu saja saya bilang mahal, apalagi sekarang yang sampai Rp 90.000an," kata warga Palmerah Utara itu.

Ia biasanya berbelanja di Pasar Palmerah karena dekat dengan rumahnya. Ia mengaku tidak setiap hari belanja di pasar karena seringkali menyetok sayur-sayuran untuk beberapa hari.

Namun, ia kaget karena harga cabai naiknya sudah tidak wajar. Ia pun bingung untuk membeli cabai atau tidak.

"Bingung ibu mbak, biasanya beli tiga ribu boleh, sekarang cuma dapet berapa biji, kalau ngga pake cabe kan ngga enak, pada hambar, tapi kalau beli juga gimana," ujarnya.

Ia pun sempat terlihat melakukan tawar menawar dengan penjual, tetapi karena mengetahui pasokan cabai memang sedang sulit, maka dirinya pun maklum jika penjual tidak memperbolehkan untuk menawar barang dagangannya.

"Serba susah, saya liat di tv juga gitu, harga cabai naik, kasihan juga pembelinya," kata Harini.

Untuk mengakali kenaikan harga cabai, perempuan yang berlogat medhok itu pun tetap membeli cabai, hanya saja, jika biasanya membeli dengan beberapa ribu masih boleh, maka saat ini dirinya membeli per satu ons.

"Paling belinya per satu ons, kalau Rp 3000 atau 5000 udah ngga dapet, kalau dapat juga cuma beberapa biji. Paling kalau yang satu ons harganya Rp 8000, ya dikit aja buat pedas-pedas," tuturnya.

Sementara, pedagang makanan matang, Safitri, tidak kalah mengeluhkan kenaikan harga cabai.

Bagi pedagang sayur dan lauk matang seperti dirinya, kenaikan harga cabai bisa dibilang sangat membebani penjual.

"Sekarang beli cabai pilihnya ngga usah yang bagus-bagus, yang bagus kemahalan. Misalnya tadi saya beli yang merah keriting Rp 90.000, saya akali belinya yang ngga usah merah keriting yang bagus, tapi yang udah agak-agak kering gitu," katanya.

Safitri menuturkan, berkaitan dengan kenaikan harga cabai, ia pun masih bingung dan belum menaikan harga lauk matangnya.

Pasalnya, kenaikan terjadi cukup besar dan belum tetap sampai kapan harga cabai akan berada di posisi normal.

"Belom naikin mbak, pengennya juga nyesuaiin. Apalagi ini cabai, semua pasti pakai cabai. Mau sayur tongkol, oseng-oseng, semua pasti pakai," katanya.

Ditanya apakah mengalami kerugian, Safitri mengatakan belum menghitung sejauh itu. Hanya saja, pendapatannya berkurang dibandingkan biasanya.

Safitri sendiri biasa membeli cabai sebanyak setengah kilo dengan harga Rp 35.000-40.000. (Agustin Setyo Wardani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved