Sabtu, 11 April 2026

Keracunan Makanan

Pegawai Ditjan Pajak Korban Keracunan Masih di RS

Hapsari Arum Kusuma (26) masih lemas di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RS Patria IKKT Palmerah.

Editor: Suprapto

WARTA KOTA, PALMERAH - Hapsari Arum Kusuma (26) masih lemas di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RS Patria IKKT Palmerah. Ia istirahat satu ranjang dengan temannya yang bernama Ema Mahadewi (26).

Mereka adalah dua dari lima korban yang masih di rumah sakit dan belum pulang. Mereka diduga keracunan nasi kotak yang diberikan Panitia Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Perpajakan DKI Jakarta di Jalan Sakti Raya, Kemanggisan Slipi, Palmerah Jakarta Barat.

"Iya saya ngerasain mual-mual pas pulang dari diklat, yakni malam hari sekitar 20.00. Kemudian berasa lagi pagi tadi pas masuk diklat jam 08.00 makanya langsung dibawa kesini," ungkap perempuan yang sudah sebulan ikut diklat tersebut.

Ia mengaku jika pada siang harinya memakan nasi kotak yang diberikan pihak penyelenggara. Isi dari nasi kotak tersebut berupa udang, ikan goreng, serta sayuran cap cay. Setelah makan dirinya tak merasa ada efek apa-apa. Begitupun dengan teman-teman lainnya.

"Iya enggak ada rasa yang aneh dari makanannya. Biasa saja sama kayak yang sebelum-sebelumnya. Cuma malam hari saya muntah-muntah dan buang-buang air. Dan rasa kayak gitu sampai pagi, tapi saya tetap berangkat diklat setelah minum obat warung," ungkap perempuan lulusan Universitas Diponegoro tersebut.

Kemudian saat pelatihan baru saja akan dimulai, tiba-tiba banyak kawan-kawan saya yang peserta diklat merasa lemas badannya, dan mual ingin muntah. Tak hanya satu orang, ternyata satu persatu peserta diklat mulai merasakan hal yang sama.

"Satu per satu lemas badannya, makanya dibawa ke rumah sakit sini. Tadi ada juga yang hampir pingsan dan sempat dibantu pernapasannya pakai oksigen," tutur Hapsari, di RS Patria IKKT, Jumat (5/12/2014).

Tya (26) juga mengatakan hal yang sama, dirinya merasakan mual dan buang-buang air sejak pulang ke kosannya pada malam hari. "Sampai kosan kok, kepala saya pusing terus mual-mual. Pencernaan saya juga enggak enak, saya buat tidur saja. Tapi paginya kambuh lagi," tuturnya.

Dirinya terpaksa masuk untuk mengikuti diklat meskipun badan terasa lemas, lantaran takut mendapat penilaian yang kurang dari pihak penyelenggara. Ia menjelaskan rata-rata semua peserta diklat yang keracunan juga terpaksa masuk karena takut penilaiannya jelek.

"Kami semua masuk takut nanti enggak keterima kalau bolos. Makanya meskipun badan lemas kami tetap masuk," tukasnya.

Sementara itu, Iwan (25) yang juga baru dibawa ke UGD RS IKKT sekitar pukul 13.00 mengatakan gejala yang sama. Dirinya saat mengikuti diklat, badan lemas dan mual-mual. Makanya dirinya dibawa ke RS Patria IKKT.

"Saya tadi mual-mual terus langsung dibawa kesini. Kayaknya sama keracunan nasi kotak kemaren deh. Tapi efeknya baru terasa sekarang," ujar pria berkepala plontos tersebut. (Wahyu Tri Laksono)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved