Tutut Kecewa Banyak Pihak Ikut Komentar Terkait Kasus TPI

Rencana Tutut menyiarkan kembali Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) terganggu, karena banyak komentar miring atas langkahnya ini.

Tutut Kecewa Banyak Pihak Ikut Komentar Terkait Kasus TPI
Kompas.com/Robertus Belarminus
Siti Hardianti Rukmana atau Mbak Tutut 

WARTA KOTA, JAKARTA - Banyaknya pihak yang berkomentar berkaitan penolakan putusan nomor 238 PK/PDT/2014 tanggal 29 Oktober 2014 disayangkan Direktur Utama TPI Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut.

Rencana Tutut menyiarkan kembali Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) terganggu.

"Banyak yang tidak mengerti permasalahannya ikut menghakimi dan menyudutkan. Hal ini merugikan kami sebagai pemilik sah PT Cipta TPI," kata Dudi Hendrakusuma, salah satu Direksi yang ditunjuk Tutut, Sabtu (29/11/2014).

Pokok perkara dimulai ketika Tutut menyatakan PT Berkah Karya Bersama (milik Hary Tanoe) menggunakan surat kuasa yang tidak berlaku saat menggelar RUPS TPI pada 18 Maret 2005.

Ketika itu, Tutut menuding terjadi pemblokiran akses Sisminbakum oleh PT Sarana Rekatama Dinamika.

Dudi mengatakan, kandasnya permohonan PK yang diajukan PT Berkah, membuktikan bahwa tidak ada peralihan saham atau pengambilalihan saham oleh PT Berkah Karya Bersama.

"Proses yang dilakukan PT Berkah adalah perbuatan yang illegal dan mengandung unsur pidana," katanya.

Dudi merasa ada yang aneh saat PT Berkah menang di pengadilan tingkat kedua, Hary Tanoe tidak protes (karena menang) dan tak keberatan dengan putusan tersebut. Setelah Mahkamah Agung memutuskan dan memenangkan Pihak Tutut, hal ini baru dipermasalahkan.

Putusan kasasi diterbitkan 2 Oktober 2013, dan Bani baru diajukan setelah kalah kasasi pada 19 November 2013.

"Ini adalah upaya manuver Hary Tanoe yang berusaha memperpanjang kasus TPI dan berusaha menganulir putusan MA dengan segala cara," katanya.

Hary Tanoe diduga hanya mengeruk keuntungan TPI dan menikmatinya dengan mengoperasikan TPI dengan tidak sah.

Tutut serta direksi TPI yang sah, lanjut Dudi, meminta agar Hary Tanoe tidak lagi mengembuskan isu-isu negatif, hingga membuat opini seolah-olah putusan MA tidak benar.

Penulis:
Editor: Lucky Oktaviano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved