Ribuan Pohon Rusak Akibat Adanya Pembangunan di Jakarta Utara

Akibat proyek pembangunan Akses Tol Priok (ATP), ribuan pohon di jalur hijau dan taman di Jakarta Utara rusak parah.

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Jalur Hijau di Jalan Yos Sudarso, Koja, Jakarta Utara, rusak parah akibat adanya pembangunan proyek Akses Tol Priok (ATP) pada Kamis (27/11/2014). Berdasarkan data dari Sudin Pertamanan Jakarta Utara, terdapat 1.500 pohon rusak yang tersebar di tujuh titik wilayah Jakarta Utara. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Akibat proyek pembangunan Akses Tol Priok (ATP) dan normalisasi sejumlah saluran air maupun kali, ribuan pohon di jalur hijau dan taman yang ada di wilayah Jakarta Utara rusak parah.

Ditebangnya pohon-pohon itu, guna memperlancar pengerjaan proyek.

Berdasarkan data dari Suku Dinas Pertamanan Jakarta Utara, ada 1.500 pohon rusak yang tersebar di tujuh titik akibat sejumlah proyek pembangunan.

Adapun ketujuh titik itu berada di Jalur Hijau Plumpang, Taman Sindang, Jalur Hijau Yos Sudarso, Jalur Hijau Perintis Kemerdekaan, Taman Cakung Cilincing, Jalur Hijau Cilincing Raya dan Jalur Hijau Sunter Agung Barat.

Seperti yang terpantau di Jalur Hijau Yos Sudarso, Plumpang, Cilincing Raya dan Cakung Cilincing.

Rusaknya jalur hijau di empat titik itu disebabkan adanya proyek pembangunan ATP di Seksi E1 (ruas Rorotan-Cilincing), Seksi E2 & E2A (ruas Cilincing- Jampea) dan Seksi NS Link & NS Direct Link (ruas Jampea-Plumpang).

Untuk Jalur Hijau Perintis Kemerdekaan, Jalur Hijau Plumpang dan Jalur Hijau Yos Sudarso, telah rusak akibat adanya normalisasi Kali Sunter oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Sedangkan kerusakan Jalur Hijau Sunter Agung Barat dan Taman Sindang, diakibatkan adanya pengerjaan normalisasi Kali Sentiong.

Gersang

Bayu (37), salah seorang warga Jalan Mantang RT 04/12, Lagoa, Koja, Jakarta Utara mengatakan, semenjak adanya proyek pembangunan tol, Jalan Yos Sudarso menjadi gersang. Seingatnya, ketika belum ada proyek tersebut, jalan protokol itu cukup hijau dengan banyaknya pohon di pinggir jalan.

Bayu juga mengeluhkan, adanya tanah dan lumpur hasil galian yang tercecer di jalanan. Selain dianggap menjadi gersang, ruas Jalan Yos Sudarso juga dipenuhi debu tebal.

"Kalau lewat jalan ini harus pakai masker, kalau tidak begitu debu bisa terhisap banyak dan menganggu pernapasan," kata Bayu pada Kamis (27/11/2014).

Bayu pun berharap, agar instansi terkait bisa segera memperbaiki jalur hijau tersebut.

Siap ganti

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved