Kamis, 23 April 2026

Munas Partai Golkar

Petinggi Nasdem: Yang Salahkan Menkopolhukam Goblok

Partai Nasdem membela pernyataan Menkopolhukam Tedjo Edhi Purdijatno mengenai Musyawarah Nasional (Munas) Golkar.

Editor: Suprapto

WARTA KOTA, PALMERAH— Partai Nasdem membela pernyataan Menkopolhukam Tedjo Edhi Purdijatno mengenai Musyawarah Nasional (Munas) Golkar. Tedjo menginstruksi Polri tak memberi izin bagi penyelenggaraan Munas Golkar di Bali pada 30 Desember-4November 2014.

"Menko Polhukam mengeluarkan pernyataan itu dalam rangka tentu melihat politik hukum dan keamanan. Yang disitu ada Golkar," kata Sekjen Nasdem Patrice Rio Capella di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/11/2014).

Patrice menegaskan Menkopolhukkan tidak mencampuri internal Partai Golkar. Namun, ia mengingatakan Tedjo memiliki hak untuk membuat pernyataan dalam kapasitasnya sebagai Menkopolhukkam.

"Dia berhak memberikan saran tentang politik hukum dan kemananan," ujarnya.

Mengenai dugaan intervensi pemerintah terhadap partai politik, Patrice membantahnya.

"Ini orang-orang cerdas berkumpul berkelahi minta diamankan, goblok aja namanya kok jadi nyalahin pemerintah. Itu bukan ngamanin orang berkelahi di partai, eh jangan ada yang disitulah supaya enggak ribut," kata Patrice.

Pernyataan Tedjo, kata Patrice, karena melihat suasana Golkar sebagai partai tertua di Indonesia memiliki dampak besar bagi kondisi Indonesia. Apalagi, Munas Golkar digelar di Bali dimana saat yang bersamaan merupakan puncak kunjungan wisata.

"Oleh kaerena itu setelah ada suasana yang kemungkinan ribut huru-hara dan sebagainya itu akan merugikan kita semua. Pertimbangan-pertimbangan itu itu disarankan oleh seorang Menko Polhukam dalam konteks seorang menko," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah tidak khawatir dicap telah mengintervensi partai politik. Hal itu ditegaskan Menkopolhukam Tedjo Edhi Purdijatno yang memerintahkan agar Polri tak mengeluarkan ijin Partai Golkar melakukan Munas ke IX, tanggal 30 November-3 Desember 2014 di Bali.

Menurut Tedjo, intruksinya kepada jajaran Polri menyusul insiden bentrokan antara kader Golkar yang pro dan kontra soal penetapan penyelenggaraan Munas tersebut, sehingga mengakibatkan beberapa orang mengalami luka-luka.

"Tidak donk, lebih penting mana, Golkar yang diputuskan sepihak oleh Ical (Ketum Golkar, Aburizal Bakrie) dengan kepetingan lebih besar?" kata Tedjo di Jakarta, Selasa (25/11/2014).

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved