Kamis, 23 April 2026

Bentrok TNI dan Polri

Menkopolkam: Presiden Jokowi Tidak Akan ke Batam

Presiden dan Menkopolkam tidak akan turun ke Batam menyelesaikan bentrokan antara anggota TNI dan Polri.

Penulis: Sri Handriyatmo Malau | Editor: Suprapto

WARTA KOTA, PALMERAH— Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno mengungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menerima laporan mengenai adu tembak yang terjadi antara TNI dan Polri di Batam, Kepulauan Riau.

"Bapak Presiden sudah dapat laporan tentang itu semalam," ungkap Tedjo di Kompleks Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (20/11/2014).

Untuk itu pula, imbuhnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Sutarman langsung turun ke lokasi untuk mencari solusi damai.

Karena itu pula, dia katakan, Presiden dan dirinya tidak akan turun ke Batam menyelesaikan bentrokan.

"Presiden kesana enggak perlu. Laporan pasti setiap kali diberikan KSAD dan Kapolri dari sana. Perkembangan demi perkembangannya dilaporkan. Jadi Presiden tidak perlu kesana," jelasnya.

Namun, kata dia, sejauh ini kondisi sudah mereda dan normal kembali di lokasi penyerangan ke Mako Brimobda Kepri, di Tembesi, Batam.

Seperti diberitakan, sejumlah oknum TNI Batalion 134 Tuah Sakti, pada Rabu pagi, melakukan penyerangan ke Mako Brimobda Kepri, di Tembesi, Batam. Dalam penyerangan itu, oknum TNI tersebut sempat melakukan pengerusakan.

Peristiwa bentrokan kembali berlanjut hingga Rabu tengah malam. Informasi menyebutkan, sempat terjadi baku tembak dalam peristiwa bentrokan kali ini. Peristiwa ini bukan kali ini saja terjadi di Batam. Sebelumnya, pada bulan September lalu, bentrokan serupa mengakibatkan empat anggota TNI menderita luka tembak.

Saat itu, peristiwa bermula ketika tim dari Direktorat Kriminal Khusus Polda Kepri dibantu anggota Brimob, sedang melakukan penggerebekan salah satu gudang penimbunan BBM ilegal. Belakangan diketahui, anggota TNI Bataion 134 terlibat dalam aksi penimbunan BBM ilegal tersebut.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved