Mau Digaji Rp 5 Juta/Bulan, Sopir Angkot Senang

Pemprov DKI Jakarta berencana menerapkan sistem pembayaran per kilometer kepada sopir angkutan umum

Mau Digaji Rp 5 Juta/Bulan, Sopir Angkot Senang
Panji Baskhara Ramadhan
Mikrolet ngetem menunggu penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (21/5/2014). 

WARTA KOTA, TANAH ABANG - Pemprov DKI Jakarta berencana menerapkan sistem pembayaran per kilometer kepada sopir angkutan umum guna memperbaiki kualitas angkutan umum di DKI Jakarta.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama per bulannya sopir angkot akan mendapatkan dua kali lipat dari UMP DKI Jakarta yang sebesar Rp 2,7 juta.

Atas hal ini, sopir mikrolet jurusan Kebayoran Lama-Tanah Abang, Nilam (52), mengaku belum mengetahui rencana tersebut.

Nilam yang ditemui sedang bekerja di daerah Palmerah itu, mengatakan, "Saya sih terserah pemiliknya aja, kalau bener digaji bulanan ya seneng aja, apalagi Rp 5 juta."

Nilam yang memiliki 3 orang anak ini meneruskan, biasanya, per hari ia membawa pulang Rp 70.000-80.000 atau bahkan tidak menentu, katanya.

Setoran per harinya sebesar Rp 150.000 ditanggung berdua dengan temannya yang beroperasi pada shift siang.

Jika setoran tidak cukup, terkadang pria yang mengaku tinggal di Kebayoran ini mengatakan sering nombok, akibatnya, ia sering kali merugi. Karenanya, Nilam senang saja dengan rencana tersebut.

Sementara, sopir lainnya, Agus (50) yang mengemudikan mikrolet jurusan Tanah Abang-Jakarta Kota mengatakan hal senada.

Ia baru mengetahui rencana Pemprov DKI Jakarta tersebut. Pria yang sudah menyetir angkot puluhan tahun itu mengatakan dirinya senang jika benar akan mendapatkan gaji per bulannya.

"Beneran apa boongan nih? Masa iya sampe Rp 5 juta, kalau gitu enak nggak usah takut nggak dapet penumpang," katanya.

Pria anak 3 yang kala ditemui mengenakan seragam sopir angkot warna biru telur asin itu mengatakan, saat ini dirinya selalu ngoyo mencari penumpang.

"Selama ini angkot itu ngetem karena nyari penumpang, kalau Ahok bilang kita mau digaji asal kita nggak ngetem, nggak bikin macet ya ngga apa-apa malah bagus," kata pria yang masih ragu dengan pendapatan Rp 5 juta per bulan yang mungkin didapatkannya itu. (Agustin Setyo Wardani)

Editor: Lucky Oktaviano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved