Sabtu, 18 April 2026

Heboh Pria Bertelur

Telur Sinin Ditawar Rp 300.000 Per Butir

Sejak mampu mengeluarkan telur, Kong Naim (Sinin) tidak berminat menjual telurnya

WARTA KOTA, PENJARINGAN - Semenjak kabar kanehan Sinin (62), pria yang mampu mengeluarkan telur melalui anus mencuat di berbagai media. Pria yang mengaku telah mengeluarkan telur sejak tahun 1998 itu, langsung didatangi sejumlah masyarakat. Bukan hanya untuk melihat langsung peristiwa yang dialami Sinin, melainkan berencana untuk membeli telur tersebut.

Akan tetapi, telur tersebut tidak dijual oleh pihak yang bersangkutan. Sinin mengaku, tidak minat untuk menjual telurnya, melainkan berencana untuk menyimpannya saja. Hal tersebut disampaikan oleh Zainal Efendi (40) selaku asisten Sinin saat ditemui di rumahnya di Jalan Tanjung Wangi RT 03/12, Penjaringan, Jakarta Utara.

Efendi mengungkapkan, beberapa hari lalu ia sempat didatangi oleh beberapa orang dari luar daerah. Kala itu mereka ingin memboyong telur milik Sinin. Satu butirnya, kata Efendi, ditawari hingga mencapai Rp 300.000.

"Sebetulnya harga yang ditawarkan macam-macam, ada yang Rp 100.000, Rp 200.000 bahkan Rp 300.000 per butir. Tapi Sinin tidak mau menjual telurnya," kata Efendi pada Jumat (14/11/2014).

Kepada Efendi, orang tersebut mengaku berniat membeli telur Sinin karena untuk dijadikan obat sebagai penyembuh berbagai penyakit. Cara pengobatannya pun, lanjut Efendi, dengan cara merebus telur tersebut. "Setelah telurnya direbus, nanti air rebusannya diminum. Kata mereka begitu cara pengobatannya," ujar Efendi.

Meski demikian, Efendi tidak akan menolak bila orang yang sakit keras itu meminta langsung untuk membeli telurnya. Mengenai harga, itu bisa dibicarakan baik-baik. "Tapi kalau sakitnya parah dan membutuhkan telur ini sebagai obat, yah mungkin bisa kami serahkan ke mereka. Ini tentunya harus didasari keikhlasan Pak Sinin selaku pemilik telur," kata Efendi.

Efendi mengaku, saat ini ia menyimpan empat telur milik Sinin. Telur berukuran kecil dan berwarna putih selayaknya telur ayam kampung itu, ia masukan di sebuah toples. Kemudian, toples berbahan plastik tersebut disimpan di sebuah lemari. "Nih telurnya masih utuh karena saya simpan baik-baik," ujar Efendi sambil menunjukkan telur tersebut.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved