Kota dan Kabupaten Bogor Saling Klaim Batas Wilayah
Persoalan batas wilayah antara kota dan Kabupaten Bogor hingga kini terus menjadi polemik.
Penulis: |
WARTA KOTA, BOGOR - Persoalan batas wilayah antara kota dan Kabupaten Bogor hingga kini terus menjadi polemik. Baik kota maupun Kabupaten Bogor belum memiliki niat untuk untuk membuat peta wilayahnya sendiri.
Wakil Bupati Kabupaten Bogor, Hj Nurhayanti mengakui adanya saling klaim perbatasan wilayah. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor hingga saat ini masih belum berminat untuk bekerjasama dengan Badan Informasi Geospasial selaku institusi resmi dalam pembuatan peta wilayah.
"Untuk sementara ini belum ada niat kerjasama dengan mereka (BIG) dalam pemetaan, ini kan hanya masalah penataan kembali batas wilayah kota dan kabupaten saja," ujar Nurhayanti, Kamis (13/11/2014).
Meski begitu, kata Nurhayati, tidak menutup kemungkinan kedepannya Kabupaten Bogor akan melakukan kerjasama dengan BIG untuk pemetaan wilayah
"Selama kerjasama itu membuat kami lebih efisien dan mempermudah, mungkin nanti kami akan melakukan kerjasama," kata Nurhayati.
Belum ada kerjasama antara Kota dan Kabupaten Bogor dengan BIG diakui Suranto, Bagian Kerjasama BIG Nasional. Menurutnya, bukan harga yang murah untuk membuat peta dan bekerjasama dengan BIG.
"Sebab skala BIG sendiri mencangkup nasional. Dan peta itu harus direvisi setiap tiga bulan sekali, sebab yang namanya tanah itu pasti bergeser jiga ada gesekan atau gempa," ujar Suranto.
Kalaupun akan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), baik Kota maupun Kabupaten Bogor harus berkoordinasi dengan BIG dulu. "Kalau tidak ada referensi dari kami ya tidak bisa. Mungkin pemerintahnya tidak menganggarkan anggaran untuk peta kali," kata Suranto.
Meski belum ada peta, di wilayah Jabodetabek tidak pernah terjadi saling klaim batas wilayah. Selama ini, kasus saling klaim itu terjadi di wilayah timur.
"Kalau Kota dan Kabupaten Bogor sendiri belum ada yang bekerjasama dengan kami, ya susah juga membantu soal pemetaannya. Kalau mau beres ya kesini saja yang bersangkutan, kami sebagai mediatornya nanti," katanya.
Apalagi saat ini Kabupaten Bogor luar biasa perkembangannya, ditambah akan dibuat daerah otonomi baru (DOB) Kabupaten Bogor Barat (KBB).
"Akan jadi masalah jika masalah perbatasannya saja belum beres," ujar Suranto.