Inilah Aksi Ichsan Cekik Perampok yang Menembak Paha Kanannya
Muhamad Ichsan (28) tak pernah menyangka bahwa perampok yang dipergoki mengambil sepeda motornya bakal menembak dirinya.
Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Lucky Oktaviano
WARTA KOTA, JAKARTA - Muhamad Ichsan (28) tak pernah menyangka bahwa perampok yang dipergoki mengambil sepeda motornya di Jalan Kramat Asem RT 05/12, Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur, akan menembak dirinya.
Padahal, saat itu, ia sempat baku hantam dengan salah satu pelaku.
"Saat itu saya sedang mengirim paket untuk sepupu saya yang ada di Surabaya. Sekitar jam 7 malam, saya ke tempat pengiriman paket di lokasi," kata Ichsan ditemui di ruang rawat inap, Rumah Sakit Persahabatan, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (14/11/2014) siang.
Lalu, ia mencurigai, ada seorang laki-laki yang tiba-tiba menaiki sepeda motornya, Supra X 125, B 3677 TWW.
Ia melihat dari dalam tempat jasa pengiriman barang.
"Saya langsung ke luar untuk periksa, ternyata motor saya sudah dinyalakan sama si pelaku. Saya teriakin dan saya kejar. Sekitar 10 meter berjalan pelaku langsung saya 'piting' lehernya. Sampai dia terjatuh," katanya.
Ia pun langsung mencekik pelaku dan berteriak minta tolong. Namun, saat itun meskipun kondisi ruas jalan cukup ramai, namun, tidak ada satupun warga yang mencoba menolongnya.
"Pelaku sudah sempat saya cekik lehernya. Tapi tahu-tahu, dia ngeluarin senjata dari belakang badannya. Pistolnya ditempel paha kanan saya dan langsung ditembak, saya langsung lepas cekikan saya," katanya.
Pelaku pun kembali berdiri. Sementara, Ichsan yang masih berusaha mengejar pelaku, mengaku sudah tidak bisa berdiri lagi akibat luka tembak.
"Pas saya ditembak, satu pelaku lainnya juga buang tembakan ke atas, warga semakin menjauh. Mereka takut. Akhirnya, pelaku yang menembak kaki saya, dijemput oleh pelaku lainnya. Mereka berhasil kabur, tapi motor saya tidak dibawanya," katanya.
Selepas itu, warga pun langsung memberikan pertolongan kepada Ichsan. Ia dilarikan ke Rumah Sakit Persahabatan.
"Saya kejar dan cekik pelaku memang karena saya refleks. Saya khawatir motor itu dibawa kabur, karena itu punya om saya. Tapi ternyata mereka bawa senjata api," katanya.
Ichsan sendiri baru tiga bulan di Jakarta. Sebelumnya, ia tinggal di Madiun, bersama keluarganya.
Di Jakarta ia tinggal dan bekerja di bengkel las milik pamannya, di kawasan Utan Kayu Selatan.
"Saya memang bisa bela diri silat, tapi kalau lawannya pakai senjata ya kalah juga," katanya.