Formula 1

Mengapa Hamilton Resah Menanti Balapan Terakhir

Lewis Hamilton mengaku tak nyaman jelang balapan terakhir Formula 1 musim ini di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 23 November

Mengapa Hamilton Resah Menanti Balapan Terakhir
Warta Kota/AFP
Lewis Hamilton. 

WARTA KOTA, SAO PAULO - Lewis Hamilton mengaku tak nyaman jelang balapan terakhir Formula 1 musim ini di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 23 November mendatang, meskipun unggul 17 poin dari rekan setimnya, Nico Rosberg.

Kemenangan Rosberg di seri Brasil pada akhir pekan lalu, memutus kemenangan beruntun Hamilton di lama balapan sebelumnya, sekaligus mengurangi jarak sang pemuncak klasemen dengan Rosberg di posisi kedua.

"Nol kenyamanan jelang balapan berikutnya. Masih ada 50 poin untuk diperebutkan, dan itu belum pernah terjadi di Formula 1, baru musim ini. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di balapan terakhir. Jadi, saya akan pergi ke balapan terakhir untuk menang," ujar Hamilton.

Meski disalip Rosberg di Brasil, pembalap Inggris berumur 29 tahun mengaku tak menyesal.

"Saya tidak berpikir telah membuat kesalahan, setidaknya sejauh yang saya ingat. Jelas, itu sebuah kesalahan (di Brasil), tapi saya tidak akan melihat ke belakang. Saya tidak akan hidup dengan penyesalan. Ini cuma tujuh poin yang hilang," tutur pembalap berjuluk Si Bos.

Sementara, Rosberg mengaku selalu yakin bisa mengalahkan Hamiton di Brasil.

"Yang penting adalah tetap menjaga jarak, sehingga ia tidak punya kesempatan untuk menyalip, dan saya berhasil melakukan itu. Dari sudut pandang itu, semua bekerja dengan baik," kata pembalap Jerman.

Di sisi lain, Bos Mercedes Toto Wolff menyatakan sangat terkesan dengan kinerja Rosberg sepanjang akhir pekan lalu di Brasil.

"Secara psikologis, saya kira akhir pekan kemarin sangat penting bagi Rosberg, karena mendominasi setiap sesi dan kemudian memenangkan balapan dengan mengalahkan Lewis Hamilton. Ia menunjukkan keterampilan untuk memenangkan balapan melawan pemimpin kejuaraan," puji Wolff.

Wolff mengakui bahwa penerapan poin ganda di Abu Dhabi bisa 'membayangi' balapan musim ini. Menurutnya, Rosberg harus dipandang sebagai juara yang layak, jika seandainya ia menjadi kampiun karena poin ganda itu.

"Siapa pun yang memiliki poin terbanyak di akhir musim, layak menjadi juara. Anda harus pragmatis, meskipun sebagian dari kita, jika itu benar-benar terjadi, mungkin memiliki perasaan yang berbeda tentang hal itu. Siapa pun yang juara akan tercatat namanya dalam buku rekor. Itu saja," papar Wolff. (pen)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved