Breaking News:

Dishub DKI Akan Cabut Izin Kendaraan Umum di Atas 10 Tahun

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muhammad Akbar menuturkan semua kendaraan umum yang berusia di atas 10 tahun akan dicabut izinnya.

Penulis: | Editor: Lucky Oktaviano
Kompas.com
Terminal Kampung Melayu. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muhammad Akbar menuturkan semua kendaraan umum yang berusia di atas 10 tahun akan dicabut izinnya.

Menurut Akbar hal tersebut berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2014 terkait transportasi bahwa ketersediaan layanan angkutan umum harus memenuhi kelayakan, sehingga semua kendaraan umum yang memiliki usia 10 tahun akan dicabut izinnya.

"Artinya batas angkutan umum di Jakarta adalah sebanyak 10 tahun. Sehingga dengan berlakunya Perda itu maka tidak diberi lagi izin operasionalnya," kata Muhammad Akbar saat dihubungi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (12/11/2014).

Dia mengatakan dalam pembatasan kendaraan umum yang berusia 10 tahun memiliki tenggang waktu setelah Perda itu dikeluarkan. Namun, dia tidak belum memastikan masa tenggang waktu bagi kendaraan umum yang berusia 10 tahun itu.

"Ada masa tenggang waktunya bagi angkutan umum di DKI setelah Perdanya dikeluarkan. Kapannya saya lupa. Karena lagi diluar dan harus lebih teliti membaca Perdanya," ucapnya.

Menurutnya, setelah izin operasionalnya dicabut maka angkutan itu tidak boleh beroperasi lagi. Akan tetapi, untuk akan dikemanakan angkutan umum tergantung kebijakan dari para pemilik.

"Untuk kemana kendaraan itu terserah pemiliknya," katanya.

Mantan Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat itu mengatakan pencabutan izin kendaraan umum diatas 10 tahun itu tidak akan mengurangi transportasi publik di Ibukota.

Pasalnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang gencar melakukan pengadaan ratusan bus Transjakarta pada tahun 2015 mendatang.

"Justru angkutan publik akan bertambah karena PT Transportasi Jakarta akan menambah bus Transjakarta," ucapnya.

Peremajaan angkutan umum ini demi tujuan untuk menjamin ketersediaan angkutan yang layak dan ramah lingkungan. Tapi, karena angkutan yang perlu peremajaan jumlahnya ribuan masih menjadi kendala.

Meski demikian, pihak Pemprov sebagai regulator bersama pengusaha angkutan selaku operator terus mengupayakan kebijakan peremajaan ini. Seperti upaya peremajaan bajaj, bus besar, dan bus kecil.

Data dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, jumlah kendaraan umum yang ada di Jakarta ada 98.529 unit.

Sementara, angkutan umum yang di atas 10 tahun sebanyak 65 persen atau 63.913. Jenis angkutan umum itu terdiri dari bus besar, bus kecil, taksi, bajaj, hingga bus AKAP.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved