Bocah Kesetrum Listrik
Kok Bisa ya Ada Listrik di Pagar Pembatas Mal STC?
Orangtua Amanda merasa kesal pada pihak Mal STC yang belum memberikan penjelasan mengapa ada aliran listrik di pagar pembatas
WARTA KOTA, SENAYAN - Tewasnya Amanda Dewi Nugroho (7), lantaran tersengat listrik ketika duduk dibangku pengunjung Mal Senayan Trade Centre (STC), Senayan, Tanah Abang Jakarta Pusat, Senin (10/11) sekitar 18.00, membuat orangtua Amanda, Evelin Sandra Dewi (31), kesal.
Ia meminta pihak pengelola Gedung Mal STC untuk memberikan penjelasan mengapa ada aliran listrik di pagar pembatas antar lantai gedung tersebut.
"Jangan ada korban lagi pak. Ini anak kesayangan saya jadi korbannya. Itu bahaya. Kok bisa ada aliran listrik di pagar pembatas itu. Bangkunya dempet sama pilar-pilar pagarnya," katanya saat dihubungi Wartakotalive.com.
Ia juga mengaku, ketika suaminya, Sasmito Nugroho (41) ke lokasi kejadian,mencurigai ada kabel mengelupas sehingga ada aliran listrik di pagar besi itu.
"Ketika di lokasi, orang engeneering di STC pas di testpen itu nggak ada aliran listriknya. Terus kenapa anak saya bisa tewas? Kenapa? Fia (5) anak saya yang saya ajak juga ke STC, tangan kirinya mengaku kena sengatan listrik. Tapi saya sama suami saya curiga, pasti ada kabel terkelupas sehingga ada aliran listrik mengalir di pagar besi," ungkapnya.
Evelin pun meminta, pihak pengelola mal atau kepolisian memberikan penjelasan konkrit terkait adanya aliran listrik yang tak diketahui asalnya di pagar besi pembatas tersebut. Selain itu, ia berharap tak ada lagi korban yang nasibnya sama seperti anaknya.
Assistant Chief STC, Sukardi saat ditemui di Lantai Basement 1 (B1) STC, menuturkan pihak manajemen belum bisa ditemui dan memberikan penjelasan. Dirinya hanya mengetahui, bangku tersebut sudah diberi garis polisi.
"Belum ada informasi lanjut dari kepolisian. Hanya diberi police line saja. Untuk kronologi, itu nanti saja mas ya. Pokoknya informasi tindak lanjut belum ada," terangnya.
Ia kembali melanjutkan, dirinya membenarkan akan tragedi itu. Namun Sukardi terlihat ragu untuk menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan oleh Wartakotalive.com.
"Mau ke pihak management sekarang ini belom bisa mas. Lagi pula, soal kejadian itu belum bisa simpulkan. Untuk Sementara yang saya bisa katakan, sudah diberi police line dan untuk penyebab, belum ada informasi dan masih dalam penyelidikan lebih lanjut," tuturnya.
Pengamatan Wartakotalive.com saat di lokasi, bangku berbahan kayu jati yang berada di lantai I Mal STC ini sudah diberi garis kepolisian. Garis yang berwarna kuning itu memanjang dari pilar pagar ke pilar pagar lainnya di sekitar bangku.
Pagar pembatas lantai gedung berwarna krem ini berbahan besi. Nampak dua pilar diantara bangku itu diberi lampu di dalamnya.
Apabila turun lewat eskalator, pengunjung dapat melihat papan iklan yang terang benderang, terpat di bawah pagar pembatas atau bangku tersebut. Adanya garis polisi yang terpasang, membuat beberapa pengunjung bertanya-tanya dan menjadi bahan perhatian. (Panji Baskhara Ramadhan)