Halte BUsway akan Dipasangi CCTV

Halte bus Transjakarta akan dilengkapi CCTV untuk memantau pelanggaran jalur oleh kendaraan lain dan penerapan tilang elektronik.

Halte BUsway akan Dipasangi CCTV
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Sebuah bus gandeng TransJakarta Koridor XI (Kampung Melayu-Pulogebang) mogok di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Durensawit, Jakarta Timur tepat di halte Radin Inten, Sabtu (16/8/2014) siang. 

WARTA KOTA, BALAI KOTA-Hingga kini jalur bus Transjakarta masih tidak steril dari kendaraan. Karena itu PT Transportasi Jakarta akan memasang Circuit Closed Television (CCTV) di dekat seluruh halte Transjakarta pada Desember 2014 mendatang.

Direktur Utama PT Transjakarta Antonius NS Kosasih mengatakan bahwa CCTV nantinya akan dapat merekam adanya kendaraan selain bus transjakarta yang lewat di jalur busway. Pemasangan CCTV merupakan bagian dari pelaksanaan tilang elektronik atau e-cross yang merupakan singkatan dari electronic camera for road safety system.

"Kendaraan yang menerobus jalur busway akan direkam melalui kamera CCTV khusus yang nantinya akan ditempatkan di seluruh halte busway. Setelah direkam nantinya akan didata kemudian akan dilakukan tilang," kata Kosasih saat dihubungi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/11/2014).

Dia menuturkan pihaknya telah bekerjasama dengan Direktorat Lalu Lintas Polri untuk mendukung program tersebut. Ia berharap pelaksanaan e-cross akan berjalan efektif dan dapat membuat pengendara di Jakarta kapok untuk menerobos jalur busway. 

"Kita berharap e-cross bisa meningkatkan sterilisasi jalur busway sekaligus mendukung upaya penertiban lalu lintas yang dilakukan Ditlantas Polri," ujar dia

Koridor Rawan

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola (UP) Transjakarta, Pargaulan Butar-Butar menuturkan ada tiga koridor yang rawan diterobos kendaraan selain bus Transjakarta. Ketiga koridor itu adalah Koridor IX (Pinangranti-Pluit), III (Harmoni-Kalideres), dan VI (Ragunan-Dukuh Atas). Kepolisian diminta menerapkan denda maksimal sebesar Rp 500.000 bagi para penerobos jalur bus Transjakarta.

"Sebenarnya semua koridor rawan. Tapi, paling rawan di tiga koridor yaitu koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit), koridor 3 (Harmoni-Kalideres) dan koridor 6 (Ragunan-Dukuh Atas)," kata dia.

 

Penulis:
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved