Heboh Pria Bertelur
Sinin Manusia Bertelur Dibawa ke RSUD Koja
Sinin (62), manusia yang memiliki keanehan mengeluarkan telur melalui anus, akhirnya dibawa Sudin Kesehatan Jakarta Utara ke RSUD Koja.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
WARTA KOTA, PENJARINGAN-Sinin (62), manusia yang memiliki keanehan mengeluarkan telur melalui anus, akhirnya dibawa Sudin Kesehatan Jakarta Utara ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara pada Jumat (7/11) pagi untuk diperiksa. Mengenakan kemeja coklat dan berkacamata, Sinin langsung dikerubungi warga saat hendak memasuki mobil ambulans.
Sinin yang merupakan warga Jalan Tanjung Wangi RT 03/12, Penjaringan, Jakarta Utara, mengaku sudah tidak tahan merasakan sakit dalam tubuhnya akibat hampir setiap hari mengeluarkan telur melalui lubang anusnya.
Saat ditanya wartawan, Sinin mengaku kepergiannya ke RSUD Koja lantaran diminta oleh Sudin Kesehatan Jakarta Utara. Hal ini untuk memastikan keanehan yang ia alami. "Tadi pagi diminta sama petugas sudin supaya dicek kesehatannya di rumah sakit," kata Sinin pada Jumat (7/11/2014).
Sinin mengaku, ia beruntung dibawa ke rumah sakit. Sebab terakhir dibawa ke RSCM Jakarta Pusat pada tahun 1998, ia tidak memiliki uang untuk berobat. Bahkan Sinin tidak mempunyai jaminan kesehatan seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Selain Sinin, dua telur yang keluar melalui anusnya juga dibawa petugas untuk diperiksa di laboratorium. Pada Jumat (7/11) pagi, Sinin mengeluarkan dua telur lagi. Sebelumnya pada Kamis (6/11) siang dan sore, Sinin mengeluarkan dua butir telur.
Meski mengeluarkan empat telur dalam waktu dua hari, namun hanya dua telur yang dibawa ke rumah sakit. Sedangkan dua telur sisanya, disimpan Sinin di dalam rumah.
"Tadi pagi jam 07.30 dan 09.00 bertelur lagi. Habis bertelur dia pingsan, tapi sekarang sudah dibawa ke rumah sakit," ujar Rudi (30) tetangga Sinin.
Sementara itu, Bambang Suhari, Kepala Suku Dinas (Kasudin) Kesehatan Jakarta Utara, mengatakan, pihaknya bakal mencari tahu penyebab keanehan yang dialami Sinin.
"Pertama memang kaget juga dalam kalangan medis hampir tidak mungkin dan mustahil. Tapi apa pun yg terjadi kita upayakan bawa ke dokter spesialis kandungan untuk mengetahui penyebabnya," tutur Bambang.
Pihaknya juga akan membantu pembiayaan melalui program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) .
"Pasti kita bantu kartu BPJS. Karena tanggung jawab medis kita bawa dulu ke RSUD Koja," katanya.