Bunuh Diri

Polisi Nyatakan Rubby Punya Masalah Finansial

Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Heru Pranoto mengatakan, pihaknya sudah memeriksa tujuh saksi bunuh diri Rubby.

Polisi Nyatakan Rubby Punya Masalah Finansial
Wahyu Tri Laksono
Rumah orang tua Rubby Suhardy (44) yang tewas di Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2014) dinihari. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Penyidik Polda Metro Jaya masih mendalami kasus bunuh diri yang dilakukan Rubby Suhardy, seorang direktur yang menembak kepalanya sendiri di hotel Grand Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Heru Pranoto mengatakan, pihaknya sudah memeriksa tujuh saksi atas kejadian tersebut, ”Memang dari pihak keluarga dan rekan-rekan menduga ada masalah beban finansial yang dialami, Cuma kami belum tahu apakah hutang piutang atau lainnya,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/11).

Dikatakan Heru, dengan tangan kanan yang memegang senjata jenis Baretta 32 mm dapat hampir dipastikan ia melakukan bunuh diri. ”Itu posisi itu pintunya dikunci dari dalam. Kalau itu dibunuh, saya pikir sangat kecil kemungkinannya, juga terlihat dari luka tembakan, dari sebelah kanan lubang nya itu cukup besar dan lubang keluarnya yang sebelah kiri itu lumayan kecil,” ujarnya.

Mayat korban pertama kali diketahui resepsionis hotel bernama Edgar dengan tiga temannya. Korban diketahui chek in pada Senin (3/11) pukul 12.00 dan akan chek out 24 jam kemudian. Polisi saat ini masih menunggu hasil otopsi terkait waktu kejadian matinya korban.

Kemudian mengenai adanya surat senjata, pihaknya masih mendalami apakah surat itu sama dengan senjata yang dimiliki korban. ”Kita juga lagi dalami itu. Kalau seandainya beda dengan surat, kita akan menelusuri dari mana senjata tersebut, dan apakah senjata itu legal atau ilegal. Sumbernya dari mana,” tuturnya.

Para saksi yang sudah diperiksa antara lain petugas cleaning service, security, assisten hotel dan pihak keluarga. Heru mengatakan, peredaran senjata api dipantau oleh bagian Intel Polri. Mereka yang mengawasi dan memberi izin senjata api. ”Intelejen yang diberikan hak untuk mengeluarkan izin senpi kemudian dari pihak kepolisian, bila kita menemukan kasus seperti yang kemarin itu kita juga dalamin asal-usul senjata api itu. Sehingga kita tahu darimana senjata itu terus kita telusuri, tapi itu senjata pabrikan, bukan rakitan,” tuturnya.

Penulis: Ahmad Sabran
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved