Breaking News:

Pengembang Apartemen Cinere Terrace Masih Patuhi Sanksi

Sanksi berupa penghentian pembangunan, pengembang Apartemen Cinere Terrace Suites dianggap masih mematuhi sanksi.

Kompas.com
Ilustrasi apartemen. 

WARTA KOTA, DEPOK - Sanksi berupa penghentian proyek pembangunan akibat tidak mengindahkan penyegelan yang dilakukan Satpol PP Kota Depok beberapa waktu lalu, pengembang Apartemen Cinere Terrace Suites sampai sepekan ini dianggap masih mematuhi sanksi tersebut.
Hal itu dikatakan Kepala Satpol PP Kota Depok Nina Suzana kepada Warta Kota, Kamis (6/11/2014).

"Sanksi penghentian proyek masih berlanjut, sampai proses perijinan IMB-nya selesai," kata Nina.

Menurut Nina, jajarannya akan terus memonitor dan mengawasi proyek pembangunan apartemen tersebut, yang rencananya didirikan di lahan seluas 2,2 hektar di Jalan Merawan, Cinere, Depok.

"Kami monitor terus. Kalau ada pengerjaan lagi, maka kami berikan sanksi yang lebih berat," kata Nina.

Menurut Nina, sanksi yang lebih berat itu berdasarkan Perda Kota Depok No 16/2012 tentang pembinaan dan pengawasan ketertiban umum, yakni pelaporan pidana ke pihak kepolisian.

Seperti diberitakan, Satpol PP Kota Depok, menyegel proyek pembangunan Apartemen Cinere Terrace Suites, Senin (20/10/2014) lalu, karena tidak memiliki IMB. Namun segel itu tidak diindahkan karena pihak pengembang tetap melakukan pengerjaan, bahkan plang segel ditutup dan dirusak. Karenanya Satpol PP Depok menyita alat kerja di lahan proyek, pada, Kamis (23/10/2014).

Selain itu, Satpol PP juga memanggil pihak pengembang pada Jumat (27/10/2014) untuk mengklarifikasi hal tersebut. Akhirnya, Satpol PP Kota Depok memberikan sanksi ke pihak pengembang untuk menghentikan proyek pembangunan sampai proses perijinan rampung.

Jika tidak mengindahkannya Satpol PP Depok mengancam akan membawa hal ini ke ranah hukum dan melaporkan pihak pengembang ke polisi karena telah melakukan tindak pidana berdasarkan Perda Kota Depok No 16/2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved