Jembatan Ambruk
Hiii Banyak Roh Halus di Lokasi Jembatan Ambruk Cikini
Konstruksi jembatan yang sampai menggeolontorkan dana Rp 24 miliar ini, hingga kini masih dalam kondisi berantakan.
WARTA KOTA, PALMERAH— Salah seorang dari Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana), Nursandi (37), menuturkan dirinya sudah mengawas selama 6 hari di area reruntuhan jembatan penghubung Gedung Badan Perpustakaan dan Arsip (BPAD) Provinsi DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat.
Ia mengaku, setelah kejadian jembatan penghubung runtuh, dirinya sering diganggu makhluk halus. Bahkan dirinya merasa tak betah mengawasi jembatan yang direncanakan rampung 15 Desember 2014 ini seharian.
"Diganggu melulu saya. Entah perasaan atau bagaimana, tiap malem itu deket jembatan runtuh banyak orang yang berdiri," katanya saat diwawancarai Wartakotalive.com, Senin (03/11/2014).
Ia yang mengenakan kaos oranye itu juga menuturkan, membenarkan sebelum dilakukan pembangunan konstruksi jembatan penghubung, pihak pengelola, pemborong, dan pihak terkait lainnya meresmikan dengan menanam 3 kepala kerbau disekitar area jembatan.
"Benar. Itu benar kok. Itu udah tradisi kan. Di sini ada pohon kapuk udah tua juga, satu ditebang. Makanya penghuninya marah kali," tuturnya.
Ia kembali melanjutkan, "Gak hanya saya kok diganggu. Temen-temen saya yang lain juga ya diganggu. Diganggunya pas lagi tidur. Hawanya juga panas," terangnya kembali.
Konstruksi jembatan yang sampai menggeolontorkan dana Rp 24 miliar ini, hingga kini masih dalam kondisi yang sama. Reruntuhannya masih berserakan di sebelah gedung BPAD itu.
Namun demikian, menurut pria yang tengah menyeruput kopi hangat ini menuturkan pihak terkait akan melakukan olah TKP pada pagi hari ini. "Katanya ada olah TKP. Tapi saya gak tahu jam berapa,".
Hasil pengamatan wartakotalive.com, reruntuhan jembatan penghubung yang lokasinya berada di belakang Taman Ismail Marzuki (TIM) ini masih dalam keadaan yang sama, semenjak kejadian pada Jumat (31/10) lalu. Beberapa alat berat masih bertengger di lokasi reruntuhan.
Area tersebut juga terpasang garis polisi, guna mensterilkan lokasi. Beberapa awak media juga tengah sibuk melakukan peliputan mengenai kelanjutan kasus ambruknya jembatan penghubung yang hingga menewaskan 4 orang tewas dan 5 lainnya luka-luka.
Diketahui, rata-rata korban ambruknya jembatan itu berasa dari daerah Purwodadi, Jawa Tengah. Sebanyak 3 korban yang luka-luka hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.
Belum diketahui juga, penyebab pasti runtuhnya jembatan tersebut oleh pihak kepolisian. (Panji Baskhara Ramadhan)