Warga Kali Grogol Ingin Cepat Pindah ke Rusunawa Daan Mogot
Warga bongkaran Kali Grogol senang karena sudah bisa menempati rusunawa Daan Mogot pada 1 November
WARTA KOTA, PALMERAH - Lani (56) warga bongkaran Kali Grogol, Kelurahan Palmerah senang karena pada 1 November mendatang mendapatkan kunci untuk menempati Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Daan Mogot
"Alhamdulillah akhirnya dapet kunci juga dan bisa pindah kesana, udah cape mas ngontrak gar-gara rumah dibongkar kemarin," kata ibu yang sudah janda itu kepada Wartakotalive.com di lokasi, Rabu (22/10/2014).
Menurutnya, sudah sebulan pasca penggusuran dirinya beserta anak serta menantunya mesti mengontrak rumah dan membayar setahun Rp 7 juta. "Saya ngontrak nih mas anak yang bayarin, sebelumnya saya punya rumah sendiri sebelum dibongkar. Sekarang sudah habis, makanya saya senang bisa pindah ke rusun, biar anak saya ngontrak dulu, saya yang nempatin disana," ungkap ibu yang tanahnya berstatus hak oper tanah.
Enah (37) warga RT 07 RW 08 yang sudah tinggal sejak kecil mengatakan hal yang sama. Ia akan segera pindah pasalnya sudah tak tahan tinggal di kawasan bongkaran yang penuh dengan debu. "Saya malah mau buru-buru mau pindah, soalnya kasihan anak saya kalau disini banyak debu. Apalagi nanti kalau sudah mulai dikerjakan jalan inspeksinya pasti banyak debu," ujar ibu dua anak itu.
Dirinya mengakui, sepengetahuan dirinya sejumlah warga RT 06 dan 07 RW 08 semuanya setuju untuk pindah ke rusunawa. "Semua warga disini sih setuju mas, meskipun jauh kami setuju saja, daripada disini banyak debu. Yang enggak setuju tuh warga RW 07, mereka tetap bertahan dan sampe sewa pengacara," katanya.
Dirinya menyayangkan hal tersebut, pasalnya sesama warga bongkaran harusnya memiliki rasa yang sama. "Harusnya kami sama-sama pindah, tapi mau gimana lagi enggak bisa dipaksakan. Padahal sayang rusun yang disediakan sudah bagus. Sayang kalau diambil orang lain," ujar perempuan yang mendapat rusun di blok D lantai 2.
Ia menambahkan, terkait banyaknya warga yang kembali memperbaiki rumahnya itu semata-mata untuk menghindarkan air hujan masuk. "Iya yang benerin rumah itu buat antisipasi hujan saja, karena sudah masuk musim hujan agar air tak masuk ke dalam rumah," tukasnya. (Wahyu Tri Laksono)