Pemilu 2014

Kawal Demokrasi, 16 Polisi Gugur Selama Pemilu

Kapolri Jenderal Sutarman menyatakan, Operasi Mantap Brata 2014 yang merupakan pengamanan Proses Pemilu 2014 selesai.

Kawal Demokrasi, 16 Polisi Gugur Selama Pemilu
Tribunnews.com
Ilustrasi : Perahu mengantar logistik pemilu di Sumedang, Jawa Barat, Selasa (8/4/2014), mendapat pengawalan anggota Polri. 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Kapolri Jenderal Sutarman menyatakan, Operasi Mantap Brata 2014 yang merupakan pengamanan Proses Pemilu 2014 selesai. Sebanyak belasan anggotanya gugur dalam menjalankan tugas mengawal pesta demokrasi selama satu tahun ini.

"Sebanyak 16 personel Bhayangkara sejati, tauladan, mengorbankan jiwa dan raga untuk kemajuan demokrasi di negeri ini. Mereka gugur dalam bertugas mengawal logistik selama pemilu," kata Sutarman usai memimpin Apel Konsolidasi mantap Brata 2014 di Mapolda Metro Jaya, Rabu (22/10/2014).

Sutarman mengatakan, gugurnya anggota kepolisian itu antara lain tenggelam di Kalimantan, kecelakaan lalu lintas saat mengawal logistik dan lain-lain. Sutarman meminta semua jajaran Polri ikut mendoakan agar arwah rekan-rekan yang gugur di jalan tugas diampuni dosanya, dan diterima amal ibadahnya.

Anggota yang gugur dalam tugas itu dinaikkan pangkatnya satu tingkat anumerta lebih tinggi dan sudah diproses selanjutnya.

“Karena, itu merupakan pengorbanan anak bangsa demi kemajuan Indonesia, biarkan sejarah yang mencatat itu dan dunia akan belajar dengan Indonesia. Sekarang gantian dunia belajar demokrasi ke kita (Indonesia)," kata Kapolri.

Penulis: Ahmad Sabran
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved