Upah Buruh
Buruh Minta Pemprov DKI Kaji KHL DKI Tahun 2015
Bersaran survey di Pasar Blok A, Jakarta, KHL-nya yaitu Rp 3,1 juta. Nilai KHL menjadi penentu UMP.
WARTA KOTA, BALAI KOTA— Ribuan buruh yang melakukan demonstrasi di Gedung Balai Kota DKI Jakarta menilai survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Jakarta tidaklah sesuai. Karena bersaran survey di Pasar Blok A, Jakarta, KHL-nya yaitu Rp 3,1 juta. Nilai KHL menjadi penentu UMP.
Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Rusdi, Sekjen KSPI, di depan Gedung Balai Kota DKI, Selasa (21/10). Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus mengkaji nilai KHL yang layak bagi kaum buruh.
"Metode yang diterapkan sangatlah bermasalah. Masak hanya Rp 2,3 juta dan tidak menggunakan survey tertinggi. Malah dirata-ratakan," kata dia.
Dia menjelaskan bahwa telah bertemu dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Menurutnya Ahok bingung dengan item KHL bagi kebutuhan air di Jakarta. Karena hanya sebesar Rp 9.000 per bulan.
"Itu hanya bisa membeli tiga botol air mineral saja. Tidak bisa mencukupi untuk kebutuhan air untuk masak dan minum keluarga," kata dia.
Selain itu, item KHL untuk perumahan yaitu sebesar Rp 650.000 per bulan. Padahal setelah dilakukan survey perumahan di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, sewa per bulannya mencapai Rp 850.000.
"Tak hanya itu, item untuk buah-buahan juga tidak sesuai. Oleh sebab itu, kami akan terus melakukan unjuk rasa," tuturnya.