Jumat, 10 April 2026

Persija Minim Talenta Jakarta yang Siap Pakai

Minimnya kompetisi internal di level usia muda menghambat manajemen Persija mendapatkan talenta yang siap pakai di kompetisi tertinggi.

WARTA KOTA, PALMERAH-Ambisi Persija Jakarta untuk meraih puasa gelar juara Liga Super Indonesia (LSI) justru mengancam eksistensi produk lokal Jakarta. Minimnya kompetisi internal di level usia muda menghambat manajemen
untuk mendapatkan talenta yang siap pakai di kompetisi tertinggi.

Label tim elite Ibukota justru menjadi tembok besar bagi pemain asli Jakarta. Manajemen Macan Kemayoran pun mengaku masih kewalahan menerapkan sistem pembinaan usia muda di wilayahnya sendiri, Jakarta.

Ketua Umum Persija Ferry Paulus tidak menampik persoalan pembinaan usia dini di Jakarta. Peningkatan level kompetisi klub internal Persija menjadi pekerjaan rumah yang masih belum terselesaikan.

"Sejak awal menjadi Presiden Persija, satu hal yang saya ingin benahi adalah pembinaan usia dini. Pengginnya kami bisa seperti klub-klub di Eropa yang memaksimalkan pemain binaan kami. Namun, rencana itu masih sulit terealisasi karena pembinaan usia muda di Jakarta masih tertinggal dibandingkan daerah lain," kata Ferry.

Agenda penyelenggaraan kompetisi atau setidaknya turnamen usia muda di Jakarta masih bisa dihitung dengan jari. Kondisi ini masih jauh tertinggal dari maraknya geliat turnamen sepak bola yang digelar di Jawa Timur.

"Jadi memang harus ada reformasi pembinaan. Kami di Persija sedang proses ke arah itu lewat kompetisi internal Persija. Bahkan kini pesertanya tidak hanya dari Jakarta, tetap dari luar daerah juga mulai melirik," ujar Ferry.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved