Mesin Kopi Harus Dipanaskan Dulu Sebelum Dipakai
Untuk mendapatkan kopi yang enak, selain dari bijinya, kualitas kopi juga bergantung pada mesin pembuatnya.
WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Berbicara soal kopi, tak bisa lepas dari mesin pembuatnya. Adalah sebuah kewajiban bagi orang Italia untuk meracik kopinya sendiri dengan mesin kopi di rumah.
Luciano Calosso, Presiden Colosseum Cultural Association, kurator Pameran Espresso Italiano di Pacific Place, Selasa (14/10/2014), mengatakan, selain dari biji kopi itu sendiri, kualitas kopi juga bergantung pada mesin pembuatnya.
"Sudah menjadi kebiasaan orang Italia memanaskan mesin kopi supaya menghasilkan kopi yang nikmat," katanya.
Jadi, mesin kopi sudah dinyalakan berjam-jam sebelum digunakan.
Berjam-jam sebelum benar-benar menggunakannya, orang Italia biasanya sudah menyalakan mesin kopi. "Pemanasan" rupanya tak berhenti di situ.
"Mereka lalu membuat beberapa cangkir espresso. Namun tidak untuk diminum, melainkan dibuang. Ini agar mesin benar-benar siap. Kami tahu kalau mesin belum siap jika ada rasa gosong tertinggal di lidah setelah meneguk kopi," terang Luciano.
Lagi-lagi, Italia bukanlah negeri yang menciptakan mesin kopi pertama. Seperti tertulis dalam papan informasi di pameran, mesin kopi yang pertama justru berasal dari Etiopia, dikenal dengan nama Jabena.
Mesin kopi pertama di Italia diyakini merupakan hasil adaptasi dari mesin kopi ciptaan Morize, seorang berkebangsaan Prancis pada 1819.
Di Italia, mesin kopi bukan sekedar mesin. Sisi keindahan estetika pun diperhatikan. "Mesin-mesin Italia umumnya diciptakan para arsitektur supaya terlihat menarik," ujar Luciano.