Pembangunan Pasar Induk di Depok Sangat Mendesak

DPRD Kota Depok, menilai bahwa Kota Depok sudah sangat memerlukan adanya sebuah Pasar Induk.

Pembangunan Pasar Induk di Depok Sangat Mendesak
Agustin Setyo Wardani
Ilustrasi - Suasana Pasar Induk Kramat Jati, Minggu (22/6/2014) 

WARTA KOTA, DEPOK - DPRD Kota Depok, menilai bahwa Kota Depok sudah sangat memerlukan adanya sebuah Pasar Induk.

Keberadaan Pasar Induk di Depok dianggap dapat mengatasi inflasi harga dan kelangkaan barang, terutama menjelang hari raya besar seperti Idul Fitri atau Natal dan hari libur nasional seperti Tahun Baru.

Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengatakan, adanya Pasar Induk juga bisa mempercepat distribusi barang ke pedagang di beberapa pasar tradisional di Depok.

"Karenanya kami sudah usulkan pembangunan pasar induk di Depok, agar persoalan inflasi, kelangkaan barang saat hari raya dan yang lain bisa diatasi. Kami merencanakan pembangunan dilakukan tahun 2015 mendatang. Namun bagaimana pelaksanaannya oleh Dinas terkait, kita lihat saja," katanya, Kamis (9/10/2014).

Menurut Hendrik, keberadaan Kota Depok yang sangat dekat dengan Jakarta dan bahkan masuk dalam kawasan megapolitan, sudah sepantasnya memiliki Pasar Induk yang menampung seluruh barang barang kebutuhan pokok, serta hasil bumi dan hasil perternakan dari daerah yang hendak masuk ke kota.

"Jadi jangan pusat perbelanjaan saja yang dikembangkan di Depok. Tetapi harus pula dengan pasar induk yang menopang pasar tradisionalnya. Karena di Depok ini, sudah ramai sekali penduduknya," kata Hendrik.

Karenanya, kata Hendrik, DPRD Depok terus menggodok untuk menentukan berapa anggaran yang diperlukan untuk pembangunan pasar induk itu. "Estimasinya akan mencapai Rp 30 miliar," katanya.

Menurut Hendrik, nantinya hal ini akan diparipurnakan dulu di DPRD Depok. "Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait yakni Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Pasar (KUMKMP) Kota Depok, untuk merancang pembangunan pasar tradisional itu serta fasilitas apa saja yang diperlukan," tuturnya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved