Breaking News:

Enam Calon Pimpinan KPK Tes Wawancara Hari Ini

Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK akan mengadakan tes wawancara terhadap enam calon pimpinan KPK hari ini, Kamis (9/10/2014).

Kompas.com/Ambaranie Nadia Kemala Movanita
Juru bicara panitia seleksi calon pimpinan KPK Imam Prasodjo, beserta anggota pansel Farouk Muhammad, dan Rhenald Kasali, saat mengumumkan enam nama calon pimpinan KPK di Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (26/9/2014). 

WARTA KOTA, JAKARTA - Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi akan mengadakan tes wawancara terhadap enam calon pimpinan KPK yang telah lolos seleksi profile assesment pada hari ini, Kamis (9/10/2014).

Tahap ini merupakan tahap terakhir bagi para kandidat sebelum Pansel menentukan dua nama yang akan diajukan ke Presiden dan diuji kelayakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

Juru Bicara Pansel Imam Prasodjo mengatakan, wawancara akan dilakukan pukul 09.00 WIB di Kantor Kementerian Hukum dan HAM.

Tes tersebut, kata Imam, akan dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat dapat menilai langsung calon pimpinan KPK.

"Nanti seluruh anggota pansel yang akan mengajukan pertanyaan ke para kandidat satu per satu. Publik juga bisa melihat bagaimana wawancaranya," ujar Imam, saat dihubungi, Rabu (8/10/2014) malam.

Imam mengatakan, sebelumnya, Tim Pansel telah membentuk tim tracking dan private investigator yang berasal dari kepolisian, kejaksaan dan beberapa orang yang ditunjuk sebagai investigator independen untuk menilai calon pimpinan KPK. Hasil tracking tersebut, kata Imam, akan menjadi salah satu materi wawancara.

"Yang akan ditanyakan terkait hasil tracking dan hasil laporan masyarakat. Mereka harus memenuhi empat unsur itu, integritas, kapasitas, kepemimpinan, dan independensi calon pimpinan KPK," kata Imam.

Proses seleksi ini akan diikuti enam calon pimpinan KPK, yakni Jamin Ginting (swasta), Busyro Muqoddas (swasta), I Wayan Sudirta (advokat), Ahmad Taufik (swasta), Robby Arya Brata (advokat), dan Subagio (PNS/Pensiunan).

Selanjutnya, Pansel akan memilih dua nama untuk diajukan ke Presiden pada 13 Oktober 2014. Dua nama tersebut kemudian akan mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan di DPR. (Ambaranie Nadia Kemala Movanita)

Editor: Lucky Oktaviano
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved