Gerhana Bulan

Ternyata Gerhana Langka Itu Batal Datang ke Jakarta

Waktu totalitas untuk wilayah Jakarta adalah 17.24-18.24 WIB.

Ternyata Gerhana Langka Itu Batal Datang ke Jakarta
Kompas.com
Ilustrasi Gerhana Bulan 

WARTA KOTA, JAKARTA - Pukul 15.38 WIB, sebuah e-mail masuk. Itu dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Isinya ialah seputar perkiraan cuaca dalam kurun waktu 3-24 jam.

Dari rilis itu, tak ada fenomena cuaca istimewa. Cuma informasi adanya siklon tropis Vongfong dan bibit siklon tropis di Laut Andaman. Selebihnya ialah potensi hujan ringan dan hujan sedang di sejumlah daerah.

Namun, informasi yang secara meteorologi tak begitu istimewa tiba-tiba jadi perhatian. Sebabnya, bakal ada gerhana bulan total yang langka pada Rabu (8/10/2014) senja.

Gerhana bulan total yang disisipi dengan fenomena selenelion, yaitu saat bulan dan matahari terpisah 180 derajat, hanya bisa disaksikan bila langit cerah. Sementara itu, BMKG menginformasikan bahwa Jakarta Pusat, Selatan, dan Barat, berpotensi hujan ringan.

Menengok ke luar ruangan, langit memang sedikit mendung. Namun, masih ada harapan karena tak sepenuhnya gelap. Siapa tahu, begitu senja tiba, langit bakal sejenak cerah.

Sekitar 1,5 jam kemudian, Kompas.com bersiap-siap menuju ke Planetarium Jakarta di Kompleks Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Himpunan Astronom Amatir Jakarta (HAAJ) menggelar pengamatan bersama yang terbuka untuk umum.

Sampai dalam 15 menit, Kompas.com menjumpai planetarium telah penuh oleh anak-anak, remaja, ibu-ibu, dan awak media.

Di lobi planetarium, sejumlah remaja berbaris. Petugas mengatakan, mereka antre untuk bisa melihat gerhana. Sementara itu, di sebuah ruangan di lantai 2, wartawan berkumpul untuk mendengarkan penjelasan tentang fenomena gerhana langka ini.

Waktu sudah menunjukkan pukul 17.40 WIB. Kompas.com memutuskan untuk naik ke lantai teratas planetarium, tempat pengamatan biasa digelar.

Di sana, telah berkumpul sejumlah anggota HAAJ. Mereka mempersiapkan sejumlah teleskop sehingga bila gerhana bisa terlihat, publik dapat menggunakannya untuk mengamati bulan lebih detail.

Halaman
12
Tags
bulan
Editor: Adi Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved