Sabtu, 25 April 2026

Idul Adha

Leluhur Tukang Kambing di Tanah Abang Menunjang Ibadah

Wakil DPRD DKI Jakarta akhirnya angkat bicara soal penjualan kurban di kawasan Tanah Abang

WARTA KOTA, GAMBIR - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Abraham Lunggana akhirnya angkat bicara soal penjualan hewan kurban di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pelarangan berjualan hewan kurban oleh Pemerintah Provinsi DKI berbanding terbalik dengan kearifan lokal yang sudah dilakukan sejak zaman dahulu oleh masyarakat Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Itu merupakan kearifan lokal sejak zaman dahulu, kalau leluhur tukang kambing tanah abang menunjang proses ibadah umat islam. Jadi ini harus hati-hati," kata pria yang akrab disapa Haji Lulung saat dihubungi di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/10).

Menurutnya, penertiban pedagang hewan kurban di Tanah Abang tidak tepat. Pasalnya, tempat relokasi yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Jalan Stainless kurang representatif. Sehingga, para penjual hewan kurban terpaksa menjual hewan kurban di trotoar Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Coba dilihat Jalan Stainless, mereka datang dulu sebesar mana? Kapasitas sebanyak apa ? Tahun besok seharusnya disiapkan sarana dan prasarana yang menunjang," ucapnya,

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP itu mengimbau kepada personel Satuan Polisi Pamong Praja harus lebih mendahulukan pendekatan persuasif. Dibandingkan dengan mementingkan kekerasan. "Karena penjualan hewan kurban merupakan proses ibadah, jadi jangan melakukan persoalan-persoalan SARA," tuturnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved